Page Detail

RG Prodi Sastra Inggris FIB UNS Ajarkan Interactive Fiction

RG Prodi Sastra Inggris FIB UNS Ajarkan Interactive Fiction

 

Sebagai bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam menjalankan tugas Tri Dharma khususnya dalam hal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Tim Riset Grup (RG) Program Studi (prodi) Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kegiatan pembelajaran Interactive Fiction di SMP Ta’mirul Islam, Surakarta selama dua bulan (23/08-23/10/2023).

Interactive Fiction adalah sebuah karya fiksi yang didalamnya terdapat percabangan cerita dimana pembaca bisa ikut aktif menentukan alur cerita yang diinginkan.  “Pemilihan fiksi interaktif dalam pengajaran bahasa Inggris dinilai akan efektif untuk meningkatkan high order thinking skills para siswa, tidak hanya sekedar membuat cerita konvensional dalam bahasa Inggris. Hal ini karena di dalam pembuatannya, siswa akan banyak mengeksplorasi ide-ide yang bisa dijadikan percabangan plot cerita” ujar Dra. Sri Kusumo Habsari, M.Hum.,Ph.D., anggota tim RG.  

Total ada delapan pertemuan dalam kegiatan ini, peserta terdiri dari siswa English Club SMP Ta’mirul Islam, Surakarta. Pelaksanaanya, siswa diajarkan untuk membuat sebuah fiksi interaktif yang terintegrasi dengan sistem html yang ada dalam Twine. Siswa yang mengikuti kegiatan ini mengaku senang karena mereka bisa mempelajari dan memperkaya kosa kata Bahasa Inggris. “Terima kasih RG kami mendapatkan banyak ilmu baru, penyampaian materinya juga sangat memenyenangkan. Kami bisa mengambil pemahaman melalui cerita, buku, dan game” tutur Annisa, salah satu Siswa English Club SMP Ta’mirul Islam, Surakarta.

Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan kelompok Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka Prodi Sastra Inggris FIB UNS yang juga mengajarkan digitalisasi dalam pembelajaran bahasa Inggris di SMP Ta’mirul Islam, Surakarta. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah diterbitkannya 23 karya siswa dalam laman tamirulcreativespace.edu yang diharapkan bisa menjadi dorongan bagi siswa lain untuk belajar Bahasa Inggris melalui Interactive Fiction yang mereka ciptakan sendiri. (Ghina/Gar/Rensi)