Menuju Gelar Doktor: Dosen FIB UNSOED Tempuh Sidang Terbuka Prodi S-3 Kajian Budaya FIB UNS
Program Studi (prodi) S-3 Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Ujian Terbuka Promosi Doktor dengan promovenda Widya Putri Roylita. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (23/01/2026) siang di Ruang Seminar FIB UNS. Pada ujian terbuka promosi doktor ini, promovenda mempertahankan disertasi yang berjudul “Kuasa Legenda Kamandaka Versi J.Knebel Terjemahan Sugeng Priyadi Terhadap Memori Kolektif Masyarakat Banyumas”.
Sementara itu, tim penguji terdiri atas Dekan FIB UNS, Dr. Dwi Susanto, S.S., M.Hum., selaku ketua, penguji eksternal, Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, serta penguji internal, Dr. Marimin, M.Si., dan Prof. Dra. Sri Kusuma Habsari, M.Hum., Ph.D. Adapun tim promotor, yaitu Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA., Ko-Promotor I Prof. Dr. Wakit Abdulah, M.Hum., dan Ko-Promotor II Prof. Dr. Sofa Marwah, S.IP., M.Si. juga turut serta menjadi tim penguji.
Widya memilih Legenda Kamandaka versi J. Knebel terjemahan Sugeng Priyadi sebagai sumber utama penelitian karena struktur naratif lebih lengkap. “Versi J. Knebel ini memuat struktur naratif yang lengkap serta mereprensentasikan fase awal pembentukan wacana kekuasaan di wilayah Banyumas. Melalui versi ini tokoh Kamandaka diposisikan sebagai figur genealogis yang menjadi rujukan bagi narasi-narasi kekuasaan berikutnya.” Ungkapnya.
Desertasi dari Widya ini bertujuan untuk menguraikan relasi kuasa dan pengetahuan dalam membentuk strategi kekuasan Kamandaka sebagimana tergambar dalam cerita legenda, menganalisis formasi sejarah banyumas memproduksi kuasa dan pengetahuan legenda Kamandaka, dan menjelaskan alasan legenda Kamandaka direproduksi sebagai memori kolektif.
Widya barharap agar penelitiannya dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya warisan budaya sebagai sumber nilai, identitas, dan potensi ekonomi. “Penelitian ini juga memberikan dasar akademik bagi pengembangan wisata sejarah dan budaya berbasis legenda Kamandaka sebagai pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi lokal,” pungkasnya. (Humas/ WD II FIB UNS)