Page Detail

Kulik Seputar Perjanjian Giyanti Laboratorium Vorstenlanden FIB UNS Gelar Webinar

Kulik Seputar Perjanjian Giyanti Laboratorium Vorstenlanden FIB UNS Gelar Webinar

Mengawali tahun dengan menggelar kegiatan yang edukatif, dimaknai oleh Laboratorium Vorstenlanden Program Studi (prodi) Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta dengan mengadakan diskusi bertajuk Seputar Perjanjian Giyanti secara daring memalui platform Zoom Meeting pada Sabtu pagi (12/02/2022). G.K.R Mangkubumi dan Prof. Dr. Djoko Marihandono, M.Si. dihadirkan sebagai narasumber.

Kepala Prodi Ilmu Sejarah FIB, Dr. Susanto dalam sambutanya mengatakan bahwa diselenggarakannya webinar ini dalam rangka ulang tahun Laboratorium Vorstenlanden dan memperingati 267 tahun Perjanjian Giyanti karena hal tersebut memunculkan nama Vorstenlanden yang menggantikan nama sebelumnya, yaitu Mataram.

“Banyak tulisan-tulisan yang membahas tentang peristiwa Perjanjian Giyanti, seperti Babad Giyanti, Serat Kuncorotomo dari Yogyakarta, dan lain sebagainya, maka sejarah itu tidak hanya yang ditulis tetapi juga ada yang diingat sehingga ada perbedaan antara yang dibaca dengan yang diingat itu tidak masalah tergantung dari perspektif masing-masing. Pada webinar kali ini tidak hanya membahas isi perjanjian tersebut justru jauh sebelum momen perjanjian tersebut sudah ada momen-momen yang mengarah menuju momen akhir Perjanjian Giyanti 13 Februari 1755.” ujar Dr. Susanto.

G.K.R. Mangkubumi dalam materinya menjelaskan sejak peristiwa Giyanti lahir dua kerajaan baru yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Sebagai sebuah fakta sejarah, Perjanjian Giyanti seringkali baru dipahami sebatas pembagian wilayah atau palihan nigari. Selebihnya tentang alasan diadakan perjanjian, siapa saja yang terlibat, serta bagaimana pembahasan materi menjelang perjanjian belum banyak terungkap.

Kegiatan yang dimoderatori oleh  Dr. Hayu Adi Darmarastri, M.Hum (Dosen Prodi Ilmu Sejarah) tersebut dihadiri oleh 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dari berbagai Universitas di Indonesia. Forum diskusi semacam ini kedepan akan rutin digelar oleh Lab. Vorstenlanden disetiap bulannya. (Rensi)