
Hari Kedua Rangkaian Kegiatan KAFIB Semarakan Dies Natalis ke-49 UNS: Bekali Mahasiswa dengan Strategi Prakerja
Kembali Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Budaya (KAFIB) mengayuh kegiatan dalam rangka Dies Natalis ke-49 Universitas Sebelas Maret (UNS) (11/03/2025), pada hari kedua ini KAFIB mengusung tajuk perbincangan tentang Pemberdayaan dan Strategi Prakerja bagi Mahasiswa. Drs. Teguh Purwanto, SIP., M.Si. (Pustakawan Ahli Utama dan Sejarawan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (ANRI)), Provita Niekeen Chrisdiyana (Capacity Building Specialist), M. Aprianto, S.S, M.A., (Wirausahawan budaya, Founder Soerakarta Walking Tour) hadir sebagai narasumber.
Kegiatan ini digelar secara daring melalui aplikasi Zoom. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Yusana Sasanti Dadtun, S.S., M.Hum., membuka kegiatan dengan harapan bahwa melalui kegiatan ini mahasiswa dapat mengali banyak informasi tentang strategi mengukir karir dan literasi finansial. “Terima kasih pada seluruh narasumber semoga para peserta yang terdiri dari mahasiswa antarprogram studi di FIB UNS dapat pemahaman baru tentang menulis portofolio, strategi meniti karir ungkap Dr. Yusana.
Narasumber pertama, Teguh Purwanto, menerangkan tentang pentingnya mahasiswa berperan dalam pemberdayaan masyarakat. “Melalui organisasi mahasiswa atau program pengabdian mahasiswa dapat bersama masyarakat untuk mengolah suatu produk pemberdayaan yang inovatif dan berkelanjutan, jika berjalan dengan baik mahasiswa dapat menjadi agen perubahan” ungkapnya.
Teguh Purwanto juga menambahkan salah satu strategi prakerja bagi mahasiswa antara lain, kampus dapat menciptakan program prakerja agar mendorong mahasiswa untuk memiliki kesadaran akan pentingnya pelatihan dan pengembangan diri secara berkelanjutan. “Hal ini sejalan dengan konsep life long learning yang menjadi kunci sukses di era yang terus berubah,” imbuhnya.
Narasumber kedua Provita menerangkan tentang faktor internal, eksternal, personal branding, dan peluang dalam proses prakerja mahasiswa. “Menapaki dunia kerja yang penuh tantangan kalian harus memahami potensi diri dan kekurangan diri, kemudian aspek eksternal harus diperhatikan. Misalnya, lingkungan, keluarga, pertemanan, organisasi, volunteer, dan literasi. Aspek terakhir yang dapat dijadikan bekal prakerja adalah personal branding, bagaimana gaya berkomunikasi, citra diri, berpikir kritis, sikap, dan toleransi,” tuturnya.
Sementara itu narasumber terakhir, M. Aprianto, menutup sesi pemaparan dengan menjelaskan perjalanan dan proyek dari Soerakarta Walking Tour. “mempunyai tujuan untuk menghidupkan kembali kenangan kawasan sudut kota Solo. Baik dari sisi cerita maupun gambar dengan cara mendengarkan storytelling dari pencerita yang pemaparannya bisa dan mudah dipahami oleh peserta, Harapannya, cerita sejarah Kota Bengawan tidak hanya berhenti. Namun dapat dikembangkan menjadi magnet pariwisata,” pungkasnya. (Humas FIB UNS)