Dikukuhan Menjadi Guru Besar, Prof. Suryo Soroti Pencak Silat sebagai Laku Kebudayaan
Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menambah deretan pakar dan akademisi berprestasi. Kali ini Dosen Program Studi (prodi) Sastra Arab FIB UNS, Prof. Dr. Suryo Ediyono, M.Hum., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang ilmu filsafat pada Selasa (6/10/2026) pagi di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS.
Melalui pidato pengukuhannya yang berjudul Dari Olah Diri ke Olah Sosial: Pencak Silat sebagai Laku Kebudayaan untuk Memanusiakan Manusia, Prof. Suryo memaparkan pemikiran mendalam mengenai kontribusi pencak silat, khususnya yang bersumber dari kebudayaan Jawa sebagai sarana pembentukan karakter dan nilai sosial. Gagasan ini berakar dari perjalanan panjang riset akademisnya serta pengalamannya sebagai ilmuwan filsafat dan praktisi silat.
Prof. Suryo dalam pidatonya menegaskan bahwa pencak silat tidak sekadar mengasah keterampilan teknik tubuh, melainkan sebuah laku kebudayaan yang menyatukan dimensi seni, olahraga, serta pembinaan mental dan spiritual. “Melalui pencak silat, perhatian kita tidak lagi tertuju semata-mata pada pertanyaan tentang apa itu pencak silat, melainkan manusia seperti apa yang hendak dibentuk dan bagaimana manusia yang telah mengolah dirinya kemudian hadir dalam kehidupan bersama," ungkapnya.
Selanjutnya Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si., dalam sambutanya menyampaikan bahwa pencapaian gelar guru besar merupakan puncak pengakuan akademik yang tidak diraih secara instan. Gelar guru besar lahir dari perjalanan panjang melalui pengabdian kepada masyarakat, pendidikan, dan penelitian, disertai konsistensi dalam menjaga etika akademik serta integritas keilmuan.
“Oleh karena itu, pengukuhan hari ini tidak hanya bermakna personal bagi para guru besar dan keluarga, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi fakultas, universitas, serta dunia akademik di Indonesia,” tandasnya.
Dengan dikukuhkan Prof. Suryo sebagai guru besar berarti menjadikan bukti bahwa FIB UNS memberikan kontribusi secara nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGz 4 pendidikan berkualitas yang inklusif dan adil. (Humas/WD II FIB UNS)