Bahas Pengusulan Nobel untuk Taufiq Ismail, Mahasiswa dan Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB UNS Lakukan Siaran Langsung di RRI
Mahasiswa dan Dosen Program Studi (prodi) Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universita Sebelas Maret (FIB UNS) peminatan filologi berkunjung ke Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta pada Rabu (2/9/2026). Kunjungan ini dalam rangka mengikuti siaran live kegiatan Jagongan Pro 4 FM dengan mengangkat tema Pentingnya Nobel untuk Taufik Ismail.
Dosen pembimbing dalam kegiatan ini, Asep Yudah Wirajaya, S.S., M.A., menuturkan bahwa alasan mengusung Taufiq Ismail sebagai tajuk diskusi karena merupakan penyair lintas zaman. “Taufiq Ismail dikenal melalui karya-karyanya yang ekspresif dalam menyampaikan kritik sosial, sekaligus memiliki nilai spiritual yang kuat. Selain itu, Taufiq dapat dikatakan sebagai penyair lintas zaman,” ungkapnya.

Selain membahas karya, kegiatan Jagongan turut mengangkat wacana pengusulan Taufiq Ismail sebagai penerima Nobel Sastra. Pengusulan ini menjadi penting sebagai bentuk upaya memperkenalkan dan mengangkat sastra Indonesia di tingkat internasional. Meskipun sebelumnya pernah diusulkan dan belum berhasil, perjuangan untuk mengusulkannya kembali terus dilakukan.
Guru besar Prodi Sastra Indonesia FIB UNS, Prof. Dr. Bani Sudardi, M.Hum., turut menambahkan bahwa hubungan sastra dengan kehidupan sosial dan politik sangat erat. “Sastra tidak hanya berfungsi sebagai karya estetis, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan kritik, merekam keadaan zaman, dan menyuarakan persoalan masyarakat. Oleh karena itu, dukungan terhadap perkembangan sastra dan literasi di Indonesia dinilai masih perlu terus diperkuat,” imbuhnya.
Kunjungan ini menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk melihat lebih dekat hubungan antara sastra, sejarah, sosial, dan politik, sekaligus menambah wawasan mengenai kiprah sastrawan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. (Humas/ WD II FIB UNS)