Page Detail

ICCuLL 2026: Upaya FIB UNS Wujudkan Kolaborasi Penelitian Internasional

ICCuLL 2026: Upaya FIB UNS Wujudkan Kolaborasi Penelitian Internasional

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) terus berupaya mendorong penguatan kolaborasi akademik internasional melalui berbagai kegiatan. Salah satu kegiatan terwujud melalui International Conference on Culture, Language, and Literature (ICCuLL) 2026 yang diselenggarakan pada Kamis (15/10/2026) pagi di Ballroom UNS Tower. ICCuLL ICCuLL tahun ini mengusung tajuk Cross-Border Sciences: Language, Literature, History and Culture in The Post Truth Era. Konferensi ini menjadi wadah pertemuan akademisi berdiskusi dan mengembangkan perspektif baru.

Melalui laporan kegiatan, Dr. Asti Kurniawati, S.S., M.Hum., sebagai ketua pelaksana kegiatan menyebutkan bahwa ICCuLL 2026 dapat melahirkan inovasi keilmuan, memperluas jejaring akademik, serta memperkuat kolaborasi penelitian lintas disiplin.“Hasil diskusi yang berkembang diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, dan berbagai bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat bagi dunia akademik maupun masyarakat,” paparnya.

Selanjutnya, Dekan FIB UNS, Dr. Dwi Susanto, S.S., M.Hum., menyatakan bahwa penyelenggaraan ICCuLL 2026 merupakan kehormatan sekaligus kesempatan penting bagi FIB UNS untuk mempertemukan akademisi dan mitra dari berbagai institusi. “Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya diskusi ilmiah, memperluas pertukaran pengetahuan, dan memperkuat hubungan antarlembaga dalam pengembangan kajian humaniora,” jelasnya.

ICCuLL 2026 dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si, M.Si.. Melalui sambutanya, Prof. Fitria menegaskan bahwa bahwa bahasa, budaya, dan sastra memiliki peran penting dalam membentuk identitas, membangun komunikasi, serta memahami keberagaman masyarakat.

“Konferensi ini merupakan forum strategis untuk mempertemukan beragam perspektif dan hasil penelitian dari berbagai latar belakang keilmuan. Konferensi ini tidak hanya menjadi tempat untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga berkembang menjadi ruang dialog lintas budaya yang mampu melahirkan gagasan inovatif, memperkuat jejaring akademik, serta membuka peluang kerja sama penelitian yang berkelanjutan,” ungkap Prof. Fitria.

ICCuLL 2026 menghadirkan sejumlah akademisi dari dalam dan luar negeri sebagai pembicara untuk membahas beragam perspektif dalam kajian bahasa, budaya, sastra, dan sejarah. Sesi pertama dimoderatori oleh Muhammad Taufiq Al Makmun, S.S.m M.A., Ph.D., dengan menghadirkan Prof. Bambang Purwanto, M.A., Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada, Datuk Prof. Kolonel (K) Dr. Awang Azman Awang Pawi dari University of Malaya, serta Assoc. Prof. Miguel Escobar Varela dari National University of Singapore.

Sesi kedua dimoderatori oleh Dr. Ida Kusuma Dewi, S.S., M.A., dengan menghadirkan tiga pembicara, yaitu Dr. Hou Mengyao dari Xihua University, Dr. Dyah Ayu Nila Khrisna, S.S., M.Hum. dari Universitas Sebelas Maret, serta Dr. Jane Ahlstrand dari University of New England. (Humas/ WD II FIB UNS)