Fakultas Ilmu Budaya UNS bekerja sama dengan Fakultas Humaniora Xihua University (XHU) dan Hanban mendirikan Pusat Bahasa Mandarin (PBM) atau yang disebut Confucius Institute (CI) pertama di Jawa Tengah, ketujuh di Indonesia. Bertempat di Gedung I lantai 3 FIB UNS, peresmian PBM bertepatan dengan hari jadi UNS yakni Dies Natalis ke-43 yang jatuh pada hari Senin (11/03/2019).

Pendirian PBM tidak lepas dari kerja keras Prodi D3 Bahasa Mandarin, Pimpinan FIB dan UNS yang telah melalui proses dalam kurun waktu tiga  tahun terakhir ini. Berdasarkan mufakat bersama, serta dukungan dari departemen kementerian terkait Indonesia, Hanban Tiongkok, Kedubes RRT Jakarta dan Konjen RRT Surabaya, pada tahun 2018 UNS dan XHU terus berusaha tanpa henti melakukan pertemuan untuk berdiskusi hingga menandatangani nota kesepakatan merintis berdirinya PBM.

Sejak terbentuknya strategi kemitraan yang komprehensif antara Tiongkok dan Indonesia, rasa saling percaya serta hubungan diplomatik antar kedua negara semakin harmonis. Kerjasama yang dilakukan telah membuahkan hasil yang bermanfaat sehingga membentuk mekanisme pertukaran di bidang humaniora.

PBM FIB UNS diresmikan oleh Prof. Ravik Karsidi sebagai Rektor UNS, Prof. Bian Huimin selaku pimpinan tertinggi XHU, dan Mr. Liu Qiang selaku Wakil Konjen RRT Surabaya. Disaksikan tamu undangan yang hadir, yaitu enam Direktur Tiongkok Confucius Institute dari enam Universitas di Indonesia, jajaran pimpinan UNS, komunitas Tionghoa kota Solo, perwakilan dari sekolah-sekolah dan universitas di Jawa Tengah yang menyelenggarakan Pendidikan Bahasa Mandarin.

Rektor UNS Prof. Ravik Karsidi pada sambutannya menyampaikan, “Melalui berdirinya PBM tidak hanya terbuka untuk mahasiswa UNS, tetapi juga publik/ masyarakat umum bisa belajar Bahasa Mandarin. Belajar Bahasa tanpa mengetahui latar belakang budayanya akan sulit untuk diterapkan, belajar Bahasa Mandarin sekaligus budayanya tepat di sini, yaitu di PBM FIB UNS.”

Sementara itu Prof. Bian Huimin menyatakan, “Beliau berharap bahwa PBM di UNS dapat menjadi jembatan dalam pertukaran bahasa dan budaya antara Tiongkok dan Indonesia, mendidik SDM yang berkualitas, cakap berbahasa Mandarin, memahami Tiongkok serta budayanya, dan dapat memadukan budaya Tiongkok dengan kearifan budaya lokal Indonesia.

XHU dan UNS pada skala universitas memiliki banyak kesamaan dalam disiplin ilmu. Di masa mendatang kedua belah pihak akan melakukan kerjasama komprehensif multi-level dalam berbagai bidang, seperti pengembangan pengajaran dan pendidikan, kerjasama penelitian ilmuah, pertukaran tenaga pendidik dan pelajar, dan sebagainya.

%d bloggers like this: