Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya UNS bekerjasama dengan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) cabang Surakarta menggelar kulian umum dengan tema Filologi Menghadapi Tantangan Revolusi 4.0. Hadir sebagai narasumber adalah guru besar filologi Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarifhidayatullah Jakarta, Oman Fathurahman di ruang seminar, Jumat (20/09/2019).

Filologi adalah ilmu yang mempelajari bahasa dalam sumber-sumber sejarah yang ditulis yang didalamnya terkandung kombinasi antara sastra, sejarah dan linguistik atau kata lain studi tentang teks naskah manuskrip. Filologi harus tetap dijaga karena pada saat ini peminat dibidangnya semakin lama semakin sedikit.

Kegiatan ini diharapkan agar mahasiswa memperoleh gambaran dan bekal yang cukup terutama bidang filologi dalam menghadapi perubahan zaman. Mahasiswa semakin mendalami dan menghayati nilai-nilai yang terkandung dari naskah tersebut.

Tri Wiratno selaku Wakil Dekan bidang Akademik dalam hal ini mewakili Dekan FIB dalam sambutannya mengatakan, “Filologi merupakan bidang yang sangat penting yang pada dasarnya berkaitan dengan studi tentang teks. Teks yang dipahami secara luas dulu hanya sebatas teks-teks kuno tetapi sekarang berkembang secara cepat dan disandingkan dengan linguistik. Filologi tidak hanya dipandang sebagai teks kuno tetapi juga teks kontemporer. Filologi menyosong masa depan dalam rangka revolusi industri.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan narasumber Oman Fathurahman, “Filologi harus menyesuaikan dengan era digital.  Bahwa generasi sekarang, milinealis bukan tentang usia tetapi karena pola pikir yang dinamis dalam menghadapi perubahan. Kunci untuk bisa menghadapi tantangan itu harus memiliki distingsi (pembeda) dan positioning (posisi) yang memiliki daya tawar dengan potensi kemampuan sehingga memiliki daya saing.”

Kegiatan dari pagi sampai siang ini berjalan dengan baik dan dihadiri kurang lebih 100-an mahasiswa, dosen dan beberapa akademisi dari berbagai daerah di Soloraya dan Jawa Tengah sebagai tamu undangan.

Harapan dari kegiatan ini adalah mampu meningkatkan keteratarikan mahasiswa dibidang filologi untuk menelusuri kekayaan naskah nusantara semakin terbuka dan menggali kearifan lokal yang terdapat pada naskah-nasah filologi.

Kegiatan berlangsung interaktif dan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan penutupan oleh Kaprodi Sastra Indonesia yang diwakili oleh RR Chattri Sigit Widyastuti.

%d bloggers like this: