Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) D3 Bahasa Mandarin Chinese Student of Sebelas Maret University (Chiss) Fakultas Ilmu Budaya UNS ikut memeriahkan perayaan Imlek, di The Park Mall Solo, Senin (4/2/2019) dengan mengusung tema Chiss Goes to Mall 2019, Makmur dalam Perbedaan.

Perayaan tahun baru China atau yang lebih dikenal dengan Imlek merupakan salah satu perayaan tahunan yang dirayakan oleh masyarakat etnis Tionghoa. Hal ini dimanfaatkan oleh HMP Chiss untuk ikut berpartisipasi dalam menyemarakkan perayaan tahun ini. Bertujuan untuk mempelajari keberagaman budaya Tiongkok sehingga ada rasa saling menghargai dalam keberagaman yang ada di masyarakat, sekaligus ikut melestarikan keanekaragaman budaya Indonesia yang majemuk serta memperkenalkan Prodi D3 Bahasa Mandarin FIB UNS.

Sekain itu kegiatan HMP Chiss berkeliling Mall di Solo, yang dilaksanakan di Palur Plaza (2/2/2019), The Park Mall Solo (4/2/2019) dan Solo Paragon Mall (6/2/2019). Juga dimanfaatkan sebagai wadah bagi para pelajar dari berbagai jenjang dan usia untuk ikut menyalurkan bakat serta maltih mentalnya agar berani tampil di muka umum dengan diselenggarakannya berbagai lomba dan pentas diantaranya yaitu pada puncak acara yang dilaksanakan di The Park Mall digelar lomba Story Telling dan Lomba Melukis Topeng.

HMP Chiss pada kesempatan itu juga menunjukkan aksisnya dengan penampilan tari kipas tradisional Tiongkok, Rikustik, dan Mandarin Class.

Adapun para pemenang dari lomba Story Telling dan melukis topeng sebagai berikut:

Lomba Story Telling

Juara 1 Louise Kezia SD Bina Widya
Juara 2 King Budi Permana SD Bina Widya

lomba melukis topeng yakni :

kategori SD kelas 1-3
Juara 1 Calista SD Soropadan
Juara 2 Naura Indah Sabrina SDN 2 Nambangan
Juara 3 Riyuki Alfiatul Ilmi SDM Wonorejo
Kategori SD Kelas 4-6
Juara 1 Ibra Atha M SDN 01 Karanganyar
Juara 2 Ayu Candraningtyas SD 15 Surakarta
Juara 3 Deswita Berbah 2

Chiss Aileen Vincentia Beatrice mahasiswa semester empat Prodi D3 Bahasa Mandarin FIB UNS selaku ketua Chiss mengatakan, “Berharap acara ini bisa terus menumbuhkan kesadaran bahwa keberagaman bukan jadi satu penghalang, tetapi sebagai pelengkap yang mempersatukan.”

%d bloggers like this: