Kabar gembira datang dari Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya UNS. Dalam kurun waktu yang berdekatan, FIB menambah jumlah guru besar. Semula hanya berjumlah 9, kini menjadi 11. Guru besar tersebut adalah Istadiyantha dari Prodi Sastra Indonesia dan Diah Kristina dari prodi Sastra Inggris.

Istadiyantha  dikukuhkan pada Selasa (5/11/2019) di Auditorium GPH Haryomataram sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kajian Timur Tengah. Beliau menyampaikan pidato ilmiah dengan judul kajian, Pemaknaan Baru terhadap Hubungan Indonesia-Timur Tengah dalam Rangka Menyongsong Era Masyarakat 5.0. Dalam pidato pengukuhannya beliau memaparkan tentang  upaya  untuk meningkatkan jalinan kerjasama antara Indonesia dengan negara-negara di Timur Tengah yang memerlukan pemaknaan baru. Pemaknaan dilakukan dengan cara mengidentifikasi potensi kerjasama yang selama ini belum digali, artinya selalu dicari sisi positif dari makna-makna yang selama ini terpendam. Teori dekonstruksi memberi peluang untuk melakukan pemaknaan baru. Sehingga opini publik yang sering mengeneralisasi selain daerah di Timur Tengah itu sebagai daerah kegiatan religi dan pendidikan, dapat ditemukan zona alternatif dari hasil pemetakan wilayah Timur Tengah.

Sedangkan guru besar kedua adalah Diah Kristina. Beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar di Bidang Ilmu English for Specific Purposes (ESP)  oleh Rektor UNS di Auditorium G.P.H Haryo Mataram, Selasa (21/01/2020). Bersamaan dengan dikukuhkannya dua Guru Besar lainnya dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Dalam pidato ilmiahnya dengan judul kajian Penciptaan Verbal Branding Produk dan Jasa Berperspektif English for Specific Purpuses (ESP) beliau menyampaikan bahwa English for specific purposes (ESP) merupakan bidang ilmu studi pengajaran bahasa Inggris yang memfokuskan pada penggunaan bahasa secara khusus dalam konteks tertentu yakni grammar, lexis, ragam bahasa, discourse yang sesuai untuk tujuan berkomunikasi, baik lisan maupun tertulis berdasarkan konteksnya. Sedangkan Branding merupakan salah satu intangible capital (modal non benda) bagi sebuah perusahaan atau insitusi selain modal non bendawi lainnya seperti teknologi yang terus menerus dikembangkan melalui aktivitas riset dan pengembangan, design, ketrampilan, karyawan dan peningkatan kemampuan manajerial pimpinan perusahaan.

“Narasi merupakan tulang punggung konten web sekaligus menjadi padang kreativitas produsen teks. Sebuah narasi yang menggerakan, mengajak, mempengaruhi, menginspirasi agar antipati berubah menjadi simpati, dari simpati bertumbuh menjadi keinginan untuk memiliki, dan dari memiliki lahirlah kebanggaan karen ada nilai tambah yang diperoleh,”kata Beliau di hadapan 1000-an tamu undangan yang memenuhi Auditorium tersebut.

“Konten sebagai ujung tombak pemasaran produk dan jasa, berisi narasi dan tampilan visual serta perangkat multimodal lainnya. Berbagai jenis industri memiliki konvensinya masing-masing dan di sinilah peran sentral seorang content writer yang mampu mendeskripsikan produk dan jasa bukan semata-mata dari materi dasarnya tetapi sensai yang dihadirkannya,” lanjut Beliau.

Sementara dalam sambutanya Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho menyampaikan, “Harus diakui bahwa jumlah Guru Besar merupakan salah satu indikator atau parameter untuk menilai kualitas sumber daya manusia di perguruan tinggi, dan sekaligus menjadi rujukan bagi teman sejawat dosen, pemerintah dan masyarakat karena kemampuan pemikiran dan pandanganya yang orisinal dan solutif. Oleh karena itu saya ingin mengajak semua Guru Besar UNS untuk menanggalkan toganya, keluar kampus, hadir dan membuka diri di tengah masyarakat untuk mendengarkan suaranya, menciptakan inovasi serta memunculkan ide dan karya kreatifnya untuk membahagiakan kehidupan mereka.”

Harapan Rektor bagi kepada para guru besar yang baru dilantik agar  tidak pernah lelah berkarya, karena pada prinsipnya guru mulia karena karyanya. Guru Besar yang disandangnya senantiasa mampu memberikan keteladanan serta menebarkan ilmu dan nilai-nilai akademiknya secara konsisten berkelanjutan. Setelah serangkaian kegiatan ini selesai, para guru besar tersebut mendapatkan ucapan selamat dari para pimpinan, senat universitas dan tamu undangan lainnya.

%d bloggers like this: