Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat mendorong berbagai lembaga pendidikan memanfaatkan sistem pembelajaran daring untuk meningkatkan efektivitas dan fleksibilitas pembelajaran. Melalui Pembelajaran daring, materi pembelajaran dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Di samping itu materi akan tersimpan dengan aman dalam waktu yang lama dan dapat diperkaya dengan berbagai sumber belajar termasuk multimedia yang dengan cepat dan mudah dapat diperbarui oleh dosen.

Sehubungan dengan itu, Fakultas Ilmu Budaya UNS menggelar Workshop Penerapan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) pada hari  Rabu (15/01/2020) di ruang Indraprastha UNS Inn. Kegiatan yang dilakukan selama sehari ini menghadirkan tim dari Pusat Pengembangan Teknologi Informasi untuk Pembelajaran (PPTIuP) Lembaga Pengembangan dan Penjamitan Mutu Pendidikan (LPPMP) UNS. Salah satu narasumber yang hadir adalah Daru Wahyuningsih.

SPADA UNS adalah singkatan dari Sistem Pembelajaran Daring (Dalam Jaringan). Sebagai suatu portal fasilitasi pembelajaran Daring, SPADA UNS dimiliki dan dikelola oleh Pusat Pengembangan Teknologi Informasi untuk Pembelajaran (PPTIuP) LPPMP Universitas Sebelas Maret. Penggunaan SPADA UNS dimaksudkan untuk memfasilitasi penerapan pembelajaran blended (blended learning) dalam rangka menciptakan pengalaman belajar yang mampu mencapai kompetensi belajar mahasiswa secara optimal. SPADA bermula sejak tahun 2018 tetapi pelaksanaannya belum seperti yang diharapkan. Sistem perkuliahan masih dilakukan secara konvesional seperti menggunakan buku/modul, powerpoint, dll.

Dalam pidato sambutannya, Dekan FIB Prof Warto, menyambut baik pelatihan ini. “SPADA diharapkan bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas.” Ucapnya. “Tidak hanya mahasiswa UNS tetapi juga mahasiswa lain baik di dalam maupun luar negeri. Dengan pelatihan ini diharapkan semakin banyak dosen yang menggunakan pembelajaran metode daring sehingga akan semakin tersebar ke luas pembelajaran tersebut yang dapat diakses semua pihak.”

Pelatihan ini menghadirkan seluruh staff pengajar/dosen di lingkungan FIB membuat ruang kelas secara daring. Dimulai dengan membuka halaman https://spada.uns.ac.id login menggunakan akun SSO dilanjutkan dengan mengubah data profil. Selanjutnya membuat atau menambah kelas. Semua hal yang akan dibuat SADA ini sudah ada di Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

Daru Wahyuningsih, dalam paparnanya menekankan syarat minimal mengisi kelas SPADA. Beliau mengatakan bahwa untuk mengisi kelas SPADA minimal sudah ada RPS dan kontrak kuliah, bahan ajar berupa file, label, akun URL/link. Menurutnya akan lebih bagus lagi ada kegiatan pembelajaran seperti forum, assignment, chat, atau video conference.

Lebih lanjut, Beliau juga mengungkapkan bahwa pembelajaran daring merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan Pembelajaran daring, peserta belajar (learner atau mahasiswa) tidak perlu duduk di ruang kelas untuk menyimak ucapan dari seorang dosen secara langsung. Pembelajaran daring juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi.

Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan lancar. Di harapankan semoga dalam waktu dekat dosen sudah mampu mengaplikasikannya SPADA di Fakultas Ilmu Budaya.

%d bloggers like this: