Tenaga kerja Indonesia (TKI) berperan positif dalam penyebarluasan budaya Indonesia ke luar negeri. Demikian disampaikan Wahyu Susilo, Direkur Migrant Care, pada seminar nasional “Membentuk Kebudayaan Berkarakter Indonesia dalam Arus Global” di Auditorium UNS, Rabu (11/5). Seminar yang diselenggarakan Forum Mahasiswa Sejarah FIB UNS ini juga menghadirkan Deputi Staf Kepresidenan bidang Komunikasi Politik Eko Sulistyo, sejarawan UNS Susanto, dan Direktur Padepokan Lemah Putih Suprapto Suryodarmo.

Menurut Wahyu, bertahan dan berkembangnya budaya Jawa di Suriname merupakan efek migrasi buruh pada zaman kolonial. Begitu juga berkembangnya kuliner dan budaya Indonesia di Singapura dan Malaysia.

“TKI juga dapat diberdayakan untuk mengenalkan Islam dari Indoneia yang ramah dan moderat kepada masyarakat Timur Tengah. Sebagian besar TKW di Timur Tengah bekerja mengasuh anak-anak. Ini adalah kesempatan mengajarkan Islam moderat kepada mereka,” papar Wahyu yang juga alumni Program Studi Ilmu Sejarah FIB UNS.

Sementara itu, Eko Sulistyo menyatakan bahwa pemerintah semakin serius dalam upaya memajukan budaya Indonesia. “Kita harus menjahit kembali baju keindonesiaan yang sudah terkoyak,” katanya.

Suprapto Suryodarmo lebih banyak mengupas tingginya nilai luhur budaya Jawa dan potensinya dalam mengembangkan peradaban Indonesia; sedangkan Susanto mengajak untuk kembali meneladani para pahlawan Indonesia. (GG)

%d blogger menyukai ini: