Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya menggelar Seminar Antar Tingkat (Semantik) yang ke-12 kalinya dengan tema “Perkembangan Sastra Indonesia Kontemporer” di ruang seminar gedung 3, Kamis (17/10/2019).

Semantik merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk memberikan kesempatan berlatih mental dan pengalaman bagi mahasiswa dengan cara menyampaikan materi dan mendiskusikannya dengan rekan angkatan. Kegiatan setengah hari ini di ikuti kurang lebih 180an mahasiswa dari angkatan 2015-2019.

Dalam acara pembukaan RR Chattri Sigit Widyastuti, mewakili Kaprodi Sastra Indonesia melaporkan bahwa ini bermaksud agar seluruh mahasiswa Sastra Indonesia bisa berlatih mengemukakan gagasan ilmiah sekaligus membangun kepercayaan diri, menumbuhkan motivasi, berpretasi yang tinggi melalui sarana latihan seperti saat ini. Harapanya juga dimaksudkan untuk membiasakan diri mahasiswa agar tumbuh budaya literasi dikalangan mahasiswa, lanjutnya.

Senada dengan Ibu Chattri, Tri Wiratno Wakil Dekan Bidang Akademik menyambut baik kegiatan ini. Beliau mengatakan bahwa bahasa dan sastra tidak bisa dipisahkan. Kolaborasi antar keduanya mampu menghasilkan karya yang luar biasa.

Dalam Semantuk ini juga identic dengan pemberikan penghargaan dari Prodi Sastra Indonesia kepada mahasiswanya yang berprestasi. Penghargaan bagi mahasiswa yang berprestasi secara individu ataupun berkelompok baik bidang olahraga, penalaran dan bidang yang lain di tingkat regional, nasional maupun internasional. Ini sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan dari Prodi Sastra Indonesia kepada mahasiswa berprestasi. Hal ini juga sebagai motivasi bagi mahasiswa lain agar terdorong untuk terus mengasah dan belajar meningkatkan kemampuannya baik hardskill maupun softskill yang nantinya bermanfaat setelah mereka hidup dalam bermasyarakat.

Selanjutnya pemaparan materi ilmiah oleh perwakilan setiap angkatan yang terbagi tiga mahasiswa perkelompok atau individu. Sebelumnya pemateri telah melalui tahapan seleksi karya terlebih dahulu untuk dapat dipersentasikan pada seminar.

Diantaranya subtema yang diangkat adalah pemakaian bahasa Indonesia di media sosial atau ruang public,  Sastra dan media digital, sastra dan budaya literasi. Perkembangan filologi di Indonesia dan kajian naskah melayu klasik.

%d bloggers like this: