Prodi Diploma 3 Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, kembali menyelenggarakan ajang kompetisi Creatival di tahun 2019. Kompetisi ini mengusung tema “Creative Industry in Millennial Era” yang selaras dengan perkembangan dunia industri saat ini. Adapun tema industri 4.0 diusung dengan harapan mendekatkan milenial dengan kondisi masa kini lingkungan industri yang berbasis teknologi. Daya dobrak dan kejelian milenial diharapkan mampu melahirkan ide-ide kreatif yang dapat menawarkan solusi bagi permasalahan di sekitar mereka. Di tahun ke-4 ini, Creatival melombakan dua kategori, yakni ‘Penerjemahan Teks Film/Video’ dan ‘Cipta Komik Dwibahasa’.

Kompetisi tahunan ini diikuti oleh 39 tim dari sejumlah universitas se-Pulau Jawa. Perlombaan terbagi dalam tiga tahap. Seleksi tahap pertama dilaksanakan pada awal bulan November (1-14/11/2019). Pada cabang ‘Cipta Komik Dwibahasa’, peserta berkesempatan untuk melahirkan karya komik dwibahasa dengan pasangan bahasa Inggris-Indonesia dengan mengusung topik ‘A Day in the Working Life of Young Millennials.’ Sementara itu, ‘Penerjemahan Teks Video/Film’ memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengukur kemampuan mereka dalam menerjemahkan video dokumenter dengan topik ‘Profesi di Era Milenial’ dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia.

Sejumlah tim dari D3 Bahasa Inggris UNS, Sastra Inggris UNS, Pendidikan Bahasa Inggris UNS, S1 DKV UNS, Sastra Inggris IAIN Surakarta, Sastra Inggris UNSA, dan S1 Pendidikan Bahasa Jepang UNIBRAW berhasil melaju ke babak final dan meramaikan puncak kompetisi yang dilaksanakan di Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret, Surakarta pada Selasa (26/11/2019). Pada tahap kedua ini, 12 finalis melakukan unjuk kerja di hadapan para dewan juri untuk kemampuan mereka secara langsung menyelesaikan terjemahan yang berkualitas secara profesional, baik komik maupun terjemahan, dalam durasi yang ditentukan. Juri mengamati langsung proses yang dilakukan oleh peserta dalam membuat komik dan menerjemahkan teks video. Tahap terakhir dalam rangkaian seleksi adalah wawancara yang bertujuan mengukur kemampuan peserta dalam menyampaikan argumen dalam proses menghasilkan karya dan pemilihan strategi yang digunakan untuk menyelesaikan target.

Para finalis mengpresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Mereka mengaku bahwa kompetisi ini memberikan pengalaman yang berharga dan menantang untuk mereka. Amalia, peserta dari IAIN Surakarta, menuturkan, “Kami baru kali ini mengikuti lomba subtitling. Dalam kurun waktu satu bulan kami belajar apa itu aegisub kemudian penggunaan tools di dalamnya, bagaimana menyatukan srt dengan video kami. Benar-benar pengalaman baru, tapi kami bersyukur karena lomba ini kami jadi lebih tahu dari teman-teman kami mengenai CAT Tools dalam dunia penerjemahan yang seharusnya akan kami dapat di semester depan. “

Tanggapan positif juga disampaikan oleh peserta cipta komik dari Unibraw, Firly, “Menurut kami acaranya challenging dan bermanfaat banget. Kami cukup panik waktu praktik langsung karena peralatan kami beda dari temen-temen peserta yg lain. Ngeliat yang lainnya bawa laptop ataupun drawpad sempet membuat kami agak putus asa, tapi kami berusaha semampu kami, menggambar menggunakan kertas dan aplikasi di layar ponsel saja. Alhamdulillah ternyata kami menang, kami nggak nyangka sama sekali.”

Ketua Panitia, Nur Saptaningsih, menargetkan Creatival #5 diselenggarakan di level nasional dan dalam kurun 2-3 tahun ke depan, ajang ini mampu menembus level internasional. Event ini adalah ajang ikonik tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi D3 Bahasa Inggris UNS yang berfokus pada upaya mengasah dan mencetak calon-calon praktisi yang handal dalam bidang penerjemahan.

%d bloggers like this: