• Pemerhati Pariwisata dari UNS Prof. Warto, Finalis Putri Solo 2015 Antonia Diva Calista, dan Budi Sartono dari Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Surakarta

Solo yang memiliki sumber daya sosial budaya yang beragam dan dan bernilai tinggi untuk dikembangkan menjadi industri pariwisata berbasis kekayaan budaya lokal. Karena itu, industri pariwisata sangat potensial untuk dikembangkan. Demikian inti hasil diskusi publik “Optimalisasi sektor Pariwisata melalui penguatan budaya lokal sebagai strategi menghadapi MEA” yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya, UNS Rabu (24/2) di kampus setempat. Hadir sebagai pembicara adalah pemerhati pariwisata dari UNS Prof. Warto, Finalis Putri Solo 2015 Antonia Diva Calista, dan Budi Sartono dari Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Surakarta.

Menurut Warto, pariwisata sekarang tidak lagi Eropa sentris seperti dulu. Industri pariwisata membuka peluang bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan kesejahteraannya dan  sekaligus menegaskan identitasnya. Solo Raya memiliki potensi yang amat besar dalam hal ini.

Diskusi yang diikuti ratusan peserta ini dipandu oleh Tori Nuariza Sutanto bertujuan membangun optimisme masyarakat Surakarta dan sekitarnya, terutama mahasiswa, dalam memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya perlu mengambil peran besar dalam konteks ini, karena kita memiliki basic study mengenai kebudayaan. Kita harus aktif dan optimis memasuki era MEA ini,” tutur Isnatin Khusna, aktivis BEM FIB UNS.

%d blogger menyukai ini: