Pada tanggal 9 September 2019 PMPA Sentraya Bhuwana, salah satu organisasi kemahasiswaan di Fakultas Ilmu Budaya UNS berulang tahun ke-40 atau masuk dalam lustrum ke-8. Sebuah usia matang jika dianalogikan dengan kehidupan manusia.  Serangkaian kegiatan telah diadakan antara lain :

  • Sarasehan Internal, Galang Saudara dalam Lingkaran, Sabtu-Minggu (7-8/9/2019), di Villa kemuning, Tawangmangu.
  • Donor darah bekerjasama dengan PMI Surakarta & SKI FIB UNS, Kamis (12/9/2019), Aula Mushola FIB.
  • Fun Kano di Danau UNS bersama Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), Siswa Pencinta Alam se-Soloraya (Sispala), dan perserta dari masyarakat umum, Sabtu (14/9/2019).

Senin (16/9/2019) Sentraya Bhuana meluncurkan buku Eksplorasi Budaya Suku Boti Nusa Tenggara Timur “Mereka Yang Menjaga Konstruksi Alam” di Ruang Seminar.  Eksplorasi Budaya ini merupakan program kerja jangka panjang dari Sentraya Bhuana yang akan diadakan setiap minimal dua tahun sekali sampai pada tahun 2029. Eksplorasi budaya pertama yang dilakukan Sentraya Bhuana adalah  Suku Badui, Jawa Barat. Sedangkan eksplorasi ke Suku Boti NTT ini kedua kalinya. Kegiatan ini berlangsung selama 9 hari (20/8-1/9/2018) oleh tim Sentraya Bhuna. Terdiri dari Rais Ropa Pradana, Rista Damayanti, Nur Rizal Ananto dan Faizal Al Farouq.

Eksplorasi ini dilakukan di Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Mempelajari dan mengkaji tentang bagaimana kepercayaan dan hukum adat yang dipegang teguh Suku Boti dalam menjaga alam, serta bagaimana cara Suku Boti memanfaatkan alam mereka tanpa merusak alam tersebut. Suku Boti merupakan suku yang sampai saat ini masih teguh dalam mempertahankan budaya asli mereka. Kearifan lokal dalam menjaga kelestarian alam mendapat perhatian yang tidak sedikit dalam budaya Suku Boti.

Melalui buku ini, Rais Ropa Pradana memiliki harapan agar pembaca dapat terinspirasi dari Suku Boti dalam melestarikan alam dan menjaga kebudayaan daerah masing-masing.

Nanang Wijayanto, salah satu staf pengajar D3 Usaha Perjalanan Wisata dan juga Pembina Sentraya Bhuana mengungkapkan apresiasinya dalam peluncuran buku tersebut, “Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) sekarang ini sudah terjadi peningkatan kualitas, bukan hanya sekedar hobi tetapi bisa membagikan pengalaman eksplorasinya dalam sebuah karya.”

“Hal positif lainnya mampu menghilangkan image bahwa Mapala itu keras dan berat tetapi menyenangkan melalui proses berpetualangan bersama alam yang memberikan manfaat,” lanjut beliau saat mengikuti kegiatan sehari tersebut.

Agenda terakhir dari seluruh rangkaian tersebut adalah Party Lustrum ke-8 Sentraya Bhuwana. Akan berlangsung  di Argobudaya UNS, Sabtu (21/9/2019) pukul 17.00 WIB – 24.00 WIB Terbuka bagi umum.

%d bloggers like this: