• Bulan Bahasa
  • Bulan Bahasa

TINDAK TUTUR CERMINKAN KUALITAS PERADABAN

Bahasa merupakan ukuran kehidupan kita. Tingginya budi bahasa kita seturut dengan tingginya adab kita. Demikian disampaikan Prof. Dr. Gufran A. Ibrahim, M.S. pada seminar bertajuk Bahasa Sebagai Simbol Jati Diri Bangsa yang diselenggarakan Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, UNS Solo, Rabu (28/10).

Seminar “Tinggi budi bahasa haruslah ditandai dengan tindak tutur ‘meletakkan’ orang lainsebagai mitra wicara, bukan lawan bicara. Bahasa kita haruslah bahasa kemitraan, bukan tindak tutur permusuhan,” kata Gufran yang juga guru besar antropolinguistik Universitas Khairun, Ternate. Saat ini Gufran juga menjabat sebagai Kepala Pusat Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud.

Sementara itu, pembicara lainnya, Agus Wijayanto, PhD lebih menyoroti etika berkomunikasi dalam dunia maya. Agus yang juga peneliti kebahasaan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini sangat menyayangkan tidak adanya kontrol kebahasaan di dalam jejaring sosial, seperti facebook atau twitter. Menurutnya etika berbahasa di dunia maya saat ini sudah sangat rendah.

“Orang kalau sudah misuh di dunia maya, satu kebun binatang keluar semua”, katanya melontarkan candaan. Ia berharap ada kesadaran generasi muda terutama yang menggeluti bidang Bahasa Indonesia untuk menjaga etika berbahasa.

Diskusi pada seminar ini berlangsung hangat dipandu oleh Pardi, MHum, Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah. Peserta berasal tidak hanya dari dosen dan mahasiswa UNS, tetapi juga pare pemerhati kebahasaan dari Solo dan sekitarnya.

%d blogger menyukai ini: