Sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia bagi tenaga pendidik, program studi sastra Inggris Fakutas Ilmu Budaya (FIB) mengadakan kegiatan pelatihan Critical Thinking Skills. Kegiatan yang berlangsung sehari, Selasa (17/1) tersebut bertempat di ruang seminar gedung 3 FIB dengan narasumber Sean Timothy Stellfox dari Amerika.

Sean Stellfox adalah staff pengajar dari Relo Regional English Language Office (RELO) Kedutaan Besar AS & Konsulat di Indonesia. Sean mendapatkan tugas untuk menjadi staff pengajar di FIB khususnya di Sastra Inggris.

Critical Thinking adalah metode mengajar dengan mengajak mahasiswa untuk menyelesaikan permasalahan dan mendapatkan ilmu pengetahuan dengan cara berpikir kritis. Ciri-ciri cara berpikir kritis antara lain dapat dilihat dari cara seseorang melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang, mengenali pola permasalahan, mampu mencari solusi, berargumen dengan alasan yang masuk akal, dan menarik kesimpulan dengan valid. Sedangkan ciri-ciri kelas yang menerapkan cara berpikir kritis akan terlihat dari mahasiswa yang selalu aktif, mampu menerapkan kemampuannya di luar kelas, berani mempertanyakan cara berpikir orang lain, dan berpikiran terbuka terhadap pendapat orang lain.

Salah satu tujuan metode critical thinking dalam pengajaran adalah untuk mengajak mahasiswa berpikir kritis: belajar berpikir out of the box sehingga mampu menarik kesimpulan yang valid berdasarkan hasil analisa terhadap pertanyaan/soal yang dihadapi di perkuliahan secara cepat dan tepat.

Di akhir pelatihan, peserta diingatkan kembali untuk menerapkan tahapan cara berpikir kritis melalui daftar pertanyaan yang disusun dalam kerangka konsep taksonomi Bloom sesuai dengan mata kuliah masing-masing yang diampu oleh tiap dosen.

%d blogger menyukai ini: