postpass kuliah, online, daring, aplikasi, pandemi, sejarah, guru, besar, akademik, fibuns, uns, unssolo, solo, psikomotorik, pembelajaran

Pagi tadi jurnalis lintas media, Ristanto, S.Sos, M.Si menghubungi beberapa dosen senior, guru besar beberapa perguruan tinggi di Solo dan di Jakarta, Bekasi untuk wawancara tentang pembelajaran daring selama ini. Sejauhmana tingkat kepuasan dan hasil yang dicapai selama ini. Salah seorang guru besar Prof Warto mengemukakanPembelajaran daring secara umum berjalan lancar, artinya semua dosen sudah melakukan meskipun platformnya berbeda2, pakai WA, zoom, google meet, webex, dan lain sebagainya. Tapi, namanya sistem, ada plus minus. Kelebihan kuliah daring, tidak terikat ruang waktu. Dosen bebas kapan dan di mana saja, meski harus tetap memperhatikan jadwal akademik.

Kekurangannya, dan ini yang dikeluhkan sebagian mahasiswa, merasa berat karna sebagian besar dosen hanya memberi tugas tapi kurang memberi penjelasan materi kuliah. Apalagi WA hanya tertulis, berbeda dengan Zoom yang bisa komunikasi langsung. Pembelajaran tatap muka dapat berimprovisasi, dapat menjelaskan lebih mendalam, dengan bahasa tubuh yang bebas.

Kuliah daring juga kurang bisa menyampaikan aspek-aspek afektik dan psikomotorik.Pengalaman saya, cukup nyaman dengan kuliah daring. Saya menggunakan WAG dan zoom. Dengan zoom saya bisa berdiskusi panjang lebar dengan mahasiswa. Dengan WAG harus banyak menulis.Di tengah tengah pandemi Covid-19, kuliah daring secara bertahap sudah diterima dosen dan mahasiswa. Ke depan mereka terus beradaptasi dengan cara online, meskipun beban pulsa banyak, tapi itulah bagian dari referensi industri 4.0 yang harus diterima.(ries/r)

Sumber:http://wartabengawan.com/web/headline/prof-dr-warto-m-hum-guru-besar-sejarah-pada-prodi-sejarah-fakultas-ilmu-budaya-uns-pembelajaran-daring-berjalan-lancar.html

%d bloggers like this: