Program Studi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya UNS bekerjasama dengan PT. Gramedia Pustaka Utama serta didukung Bank Sinarmas menggelar bedah buku dengan judul “Anak Sersan Jadi Panglima” karya Eddy Suprapto di Ruang Sidang II Gedung Prakoso UNS, Jumat (23/3).

Hadir dalam acara tersebut Eddy Suprapto, penulis sekaligus narasumber serta dua narasumber lainnya yakni Eko Sulistyo, Deputi IV Bidang Komunikasi Politik Kantor Staf Presiden dan Susanto, salah satu staf tenaga pengajar Prodi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Sebelas Maret, Ravik Karsidi. Dalam acara pembukaan beliau mengatakan, “Buku ini layak untuk dibaca karena  banyak manfaat yang dapat kita petik, diantaranya adalah pesan moral kepada khalayak masyarakat, bagaimana seorang Hadi sangat menghormati orang tuanya.”

“Semoga mampu menginspirasi orang banyak, “ lanjut beliau

Kegiatan yang berlangsung sehari dan terbagi dalam dua sesi ini dimoderatori oleh Kepala Divisi Kemitraan Humas UNS, Retno Tanding Setyandari. Dihadiri oleh 150-an peserta, terdiri dari tamu undangan, akademisi dan mahasiswa prodi Ilmu sejarah.

Dalam penjelasannya Eddy Suprapto, sang penulis menjelaskan bahwa beliau adalah kawan SMA TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Beliau tertarik untuk menulis buku ini karena tokoh memiliki kejujuran dan  integritas tinggi. Beliau berjuang dengan sangat keras untuk meraih impiannya. Selain itu buku ini juga mencoba menghadirkan sisi lain dari seorang Hadi sebagai anak yang tidak pernah memberanikan dirinya berandai-andai menjadi seorang panglima.

Ada hal menarik yang diungkapkan juga oleh sang penulis, Eddy Suprapto,”Jangan meremehkan orang lain karena kita tidak akan tahu akan menjadi apa dia di kemudian hari. Mari tetap respek kepada orang lain dan mencoba mempertahankan jiwa egaliter kita.”

Sedangkan narasumber kedua, Eko Sulistyo lebih banyak menceritakan dan mengulas masa-masa perjuangan sang panglima, dimulai dari awal meniti karier hingga mencapai puncak. “Buku ini menarik. Kita berharap terbit edisi selanjutnya yang berisi pengalaman hadi selama menjadi seorang panglima. Dari pengalaman dan wawasan beliau, akan mampu memberikan pencerahan jawaban apakah benar indonesia akan bubar seperti yang diramalkan,”ungkap beliau

Diharapkan dari kegiatan bedah buku ini mampu memberi manfaat lebih bagi audien terlebih memberikan inspirasi bagi anak-anak muda sebagai generasi penerus bangsa.

%d bloggers like this: