Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya UNS menggelar Workshop Improving English Skills di Auditorium UPT. Bahasa UNS, Selasa-Rabu (10-11/9/2019). Kegiatan yang berangsung selama dua hari tersebut dilatarbelakangi oleh sedikitnya workshop tentang muatan kurikulum keilmuan bahasa Inggris melalui pengembangan softskills.

Kegiatan yang diketuai oleh Djatmika, dosen Sastra Inggris sekaligus salah satu guru besar bidang linguistik di Fakultas Ilmu Budaya diikuti oleh 150-an orang. Terdiri dari mahasiswa, dosen, guru dan tenaga professional. Pada acara pembukaan yang berlangsung hari pertama beliau melaporkan, “Tujuan workshop ini adalah untuk peningkatan kemampuan berbahasa Inggris seperti writing, reading, speaking, dan listening mahasiswa juga kepada kolega dosen dan guru bahasa Inggris di Soloraya.”

Sambutan dilanjutkan oleh Warto, dekan fakultas Ilmu Budaya. Dihadapan peserta dan tamu undangan yang hadir beliau mengungkapkan, “Bahasa Inggris penting dalam kehidupan sehari-hari dan untuk masa depan. Kita semua, sebagai bagian dari komunitas akademik diharapkan senantiasa meningkatkan kemampuan kita di bidangnya masing-masing termasuk di dalamnya adalah kemampuan berbahasa inggris.  Nah kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas para dosen dan guru.

Setelah dibuka oleh dekan, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diskusi. Hadir sebagai narasumber adalah Sean Stellfox, dosen tamu dari Amerika Serikat yang telah dua tahun ini aktif mengajar di Fakultas Ilmu Budaya;  Dyah Ayu Nila Khrisna, doktor sekaligus dosen Sastra Inggris serta Arni Ferra Sinatra, guru bahasa inggris  dari SMA N 1 Surakarta.

Workshop ini berlangsung selama dua hari, yang pertama seminar yang diisi oleh Arni Ferra Sinatra dengan materinya berjudul Enhancing Writing Skill Through Timed-Writing (Meningkatkan Keterampilan Menulis Melalui Timed-Writing). Dalam paparannya beliau menekankan, “Keterampilan menulis dalam bahasa Inggris sangat penting untuk dikuasai di dunia global. Salah satu strategi tersebut adalah kemampuan menulis dengan metode timed-writing. Timed-writing adalah metode menulis dengan waktu yang telah ditentukan (waktu terbatas).”

“Metode menulis seperti ini dapat digunakan untuk mengukur kemampuan menulis dan berpikir dalam tekanan waktu. Bertujuan untuk menggambarkan strategi menyenangkan dalam menulis, terutama menggunakan penulisan waktu.” lanjutnya.

Selanjutnya dilanjutkan dengan diskusi paralel yang terbagi menjadi empat bagian, dan di akhir kegiatan ditutup dengan sesi plenary kedua oleh Dyah Ayu N.K dan Sean Stellfox.

Dyah Ayu Nila Khrisna dengan materinya Taking Full Advantage of Thesaurus to Enhance EAP Vocabularies mengatakan, “Memiliki sedikit pengalaman dalam menjelajahi kamus, terutama thesaurus dianggap sebagai pemicu untuk menempatkan mereka ke dalam situasi yang sulit. Faktanya, Thesaurus dapat dipekerjakan sebagai penolong pintar untuk menulis tulisan akademis jika digunakan dengan bijak. Thesaurus menyediakan daftar kata-kata yang dikelompokkan sesuai dengan kesamaan makna.”

Sedangkan Sean Stellfox, Menyajikan materi tentang memanfaatkan sumber daya web dan aplikasi yang dikembangkan sebagai alat pembelajaran baik dalam konteks mandiri atau individu sehingga meningkatkan bahasa kemampuan Inggris.

%d bloggers like this: