Globalisasi dan perjumpaan berbagai tradisi adalah sebuah realitas yang tidak bisa dihindari. Sebuah realitas yang harus kita lihat sebagai realitas yang positif dan bukan realitas yang negatif, yang selalu menyalahkan globalisasi dan migrasi kebudayaan.

Dari latar belakang tersebut Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya UNS menggelar kompetisi bahasa Indonesia tingkat nasional, Sabtu (25/11) di Fakultas Ilmu Budaya. Kompetisi ini terbagi menjadi empat kategori yakni pidato, dongeng, surat dan resensi.

Hal ini sebagai salah satu upaya untuk mereaktualisasikan, menginterpretasikan, dan sekaligus  mengajarkan kepada para generasi sekarang atau sering disebut dengan “kids zaman now”, atau generasi milinea untuk mengenali lapis-lapis identitas sosial mereka yang beragam, kebudayaan yang beragam, dan sejarah kebudayaannya sebagai perekat dan pengingkat  rasa keindonesiaan.

Kompetisi sehari ini diikuti oleh sekitar 453 peserta. Mereka berasal dari 21 perguruan tinggi negeri maupun swasta yang tersebar di Indonesia dan sepuluh orang dari negara asing. Tercatat ada beberapa negara yang berminat mengikuti kompetisi ini yakni Polandia, Ukraina, Tiongkok dan Jepang.

Dewan juri berdasarkan reputasi dan kealihan mereka dalam bidangnya secara nasional dan regional. Berasal dari seniman, budayawan, pekerja seni dan akademisi. Para juri tersebut adalah sebagai berikut

  1. Dongeng: Acep Yonny, (pendongeng Nasional), Dr. Yoseph Yapi Thaum (akademisi), Sosiawan Leak (seniman, penyair).
  2. Pidato: Drs. Hanindawan (seniman), Dr. Ganjar Harimansyah (Pusat Bahasa Jakarta), Drs. Suryo Handono M.Pd. (Balai Bahasa Jawa Tengah)
  3. Resensi: Bandung Mawardi (penulis media massa nasional), Jayadi Kastro Kastari (Redaksi Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat), Suwarmin (Solo Pos)
  4. Surat:  Rudi Hantoro S.T. (Penulis Nasional), Dr. Ari Wulandari (Ary Kinoysan, penulis nasional), Yeni Mulati M.M. (Afifah Afra, penulis nasional).

Dwi Susanto selaku ketua panitia mengatakan, “Kompetisi ini dimaksudkan untuk mengenalkan kekayaan dan keunikan tradisi budaya nasional Indonesia sebagai bagian dari upaya mewujudkan persamaan derajat, perdamaian dan kebebasan atau kemerdekaan bersama seperti yang dicita-citakan dalam pembukaan UUD 1954.”

“Kompetisi tersebut juga dimaksudkan untuk menyongsong UNS menuju World Class University.” Lanjutnya.

Secara lengkap, pemenang bisah di lihat disini

%d blogger menyukai ini: