Terdapat banyak cara untuk merawat kebinekaan di negeri tercinta ini. Salah satunya melalui media puisi. Untuk ini Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya bekerjasama dengan Balai Bahasa Jawa Tengah menggelar Diskusi dan Pelathan Penulisan Puisi dengan tema “Merawat Kebinekaan” pada hari Rabu (12/7) di Ruang Seminar, FIB UNS.

Kegiatan sehari ini mendatangkan narasumber Wijang Wharek Al-Mauti, seorang penyair dari Delanggu, Klaten, Jateng dan Sosiawan Leak. Wijang Wharek menyoroti tentang kenyataan kebinekaan negeri yang akhir-akhir ini terkoyak karena perebutan kursi kekuasaan dan atau demi nafsu mewujudkan kepentingan masing-masing kelompok masyarakat untuk berkuasa. Melalui puisi Wjang Wharek mengajak kepada semua yang hadir untuk merawat kebinekaan. Sebab kebhinekaa adalah kodrat, berkat dan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan Sosiawan Leak mengupas tuntas tentang jejak-jejak kebinekaan.

Dalam sambutannya, Dekan FIB, Riyadi Santosa mengungkapkan, “Kita harus cerdas dalam menangkap kejadian-kejadian kebinekaan dan menyimpulkan kembali dalam bentuk karya sastra. Hal ini secara tidak langsung menyumbangkan kontribusi untuk merawat kebinekaan”.

Senada dengan dekan FIB, Pardi Suratno, Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah mengatakan bahwa inkulturasi budaya yang sesungguhnya di Indonesia adalah melaluibBahasa dan sastra. Melalui bahasa, kita bersama mampu menyatakan dan memahami bahasa secara realistis.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 60-an undangan baik dari kalangan akademika FIB, tamu dari Balai Bahasa maupun dari kalangan umum.

“Saya berharap dengan diadakannya diskusi ini dapat menimbulkan jiwa kesastraan yang semakin semarak dan menggungah seluruh insan yang ada di bumi nusantara ini untuk tetap merawat kebinekaan dan kembali menghidupkan kebinekaan untuk dapat menulari kebersamaan, persahabatan, dan kenyamawan”, kata Rr Chattri Sigit Widyastuti, Ketua Panitia yang juga selaku Kaprodi Sastra Indonesia.

%d blogger menyukai ini: