Program Studi Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya UNS menggelar The International Seminar On Recent Language, Literature, And Local Culture Studies “Kajian Mutakhir Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah di Hotel Best Western Solo Baru, Jumat-Sabtu (26-27/10/2018).

Tujuannya adalah untuk mengembangkan mutu pendidikan secara internasional dan meningkatkan kompetensi bagi tenaga pendidik sekaligus sebagai salah satu upaya pelestarian dan rasa bertanggung jawab terhadap pengembangan bahasa, sastra, dan budaya serta pelestarian nilai-nilai kearifan lokal.

Bentuk kegiatan seminar ini adalah workshop dan dikusi pararel. Diikuti kurang lebih sekitaran 100an pemakalah dari berbagai kalangan akademisi yang tersebar di seluruh Indonesia yaitu UI, UGM, Unnes, Unair, USU, Universitas Negeri Jakarta, Unpad, UA, Univet, UNS, Unwidha, dan masih banyak lagi.

Para peserta diajak untuk lebih dalam mengkaji, meneliti ataupun menulis artikel karya ilmiah yang nantinya akan dimuat ke jurnal nasional dan internasional. Dalam seminar internasional ini ada 149 abstrak yang masuk dan setelah diseleksi ada 112 fullpaper yang layak untuk dipublish ke Prosiding Atlantis Press yang terindeks Thomson Reuter.

Dalam pembukaan di ruang Violan 1 Hotel Best Western Prasetyo Adi Wisnu Wibowo selaku ketua panita melaporkan, ”Seminar ini bertujuan untuk membahas kemajuan riset atau memaparkan konsep-konsep barunya dan melahirkan kontribusi terhadap ilmu pengetahun yang sedang kita geluti.”

Sementara Widodo Muktiyo Wakil Rektor IV yang mewakili Rektor mengatakan, “Seminar ini berusaha mewadahi hasil-hasil penelitian, konsep-konsep pemikiran baru, kajian-kajian mutakhir mengenai bahasa, sastra, budaya, filologi, sejarah, pengajarannya. UNS secara aktif berpartisipasi dalam kelahiran kembali dan memberikan ruang yang lebih luas bagi budaya Jawa. Budaya tersebut sebagai inti dan pilar identitas nasional penguat Indonesia.”

Narasumber yang ikut andil dalam kegiatan tersebut adalah pakar dari berbagai negara baik luar negeri dan dalam negeri diantaranya:

  1. Chrisopher A. Woodrich (Canada, International Indonesia Forum)
  2. Sutrisna Wibawa (Rektor UNY)
  3. Titik Pudjiastuti (UI)
  4. Elisabeth D. Inandiak (Perancis)
  5. Hywel Colleman OBE (University of Leed, UK)
  6. Sahid Teguh Widodo (UNS)

Chrisopher A. Woodrich sebagai pembicara utama dengan materinya Writing about Film Adaptation:
Film Adaptation in Indonesian Media Discourse
(1927–2011) mengungkapkan, “Wacana Indonesia pada adaptasi belum di barisan depan, dan belum menunjukkan apakah ada ciri-ciri khas Indonesia pada praktek adaptasi. Harapan untuk masa depan para generasi Indonesia yang belajar di luar negeri dapat secara diskursif membawa konsep kembali di Indonesia. Studi non-akademik mulai memahami aspek adaptasi yang tidak terbatas pada teks itu sendiri, menunjukkan awal dari pemahaman yang lebih luas tentang praktik.”

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut berjalan lancar dan peserta sangat antusias. Semoga kedepannya banyak bermanfaat bagi lembaga maupun segenap bidang kehidupan bangsa.

%d bloggers like this: