• Mendorong Peningkatan Kompetensi Pengajaran Bahasa Arab
  • Mendorong Peningkatan Kompetensi Pengajaran Bahasa Arab

Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa resmi yang digunakan dalam kancah Internasional. Selain itu, masyarakat di era dewasa ini khususnya di Indonesia sudah mulai sadar akan pentingnya bahasa Arab. Hal ini dapat dilihat dari pembelajaran ataupun kurikulum di sekolah, baik pesantren maupun sekolah umum terdapat materi bahasa Arab. Pembelajaran bahasa Arab bagi non Arab selama ini dianggap sulit dan rumit. Salah satu faktor yang menentukan suksesnya pembelajaran bahasa Arab bagi non Arab adalah metode dalam pengajaran. Di Indonesia, sebagian besar pengenalan bahasa Arab dimulai pada jenjang Madrasah Ibtidaiyyah (MI) atau Sekolah Dasar yang berbasis keislaman. Kemudian dilanjutkan pada jenjang berikutnya, yaitu Madrasah Tsanawiyyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Dan yang terakhir pada tingkat perguruan tinggi. Tidak jarang ditemukan, seorang siswa walaupun sudah belajar bahasa Arab sejak SD atau MI, sampai jenjang perguruan tinggi pun masih kesulitan dalam mengikuti perkuliahan dengan materi bahasa Arab. Dalam kasus tersebut dapat ditelisik, salah satu faktornya dari metode pengajaran bahasa Arab sejak awal siswa tersebut dapatkan. Ketika dalam metode pengajaran bahasa Arab itu benar, akan menghasilkan output yang maksimal dalam kemahiran bahasa Arab, baik itu kemahiran membaca, menulis, mendengar maupun berbicara.

Sragen merupakan kabupaten yang terletak di Jawa Tengah sekitar 30 km sebelah timur kota Surakarta. Kabupaten Sragen sampai saat ini memiliki 112 madrasah yang menjadikan kurikulum bahasa Arab sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan. Dalam praktek pengajaran bahasa Arab, masih terdapat kesulitan bagi guru untuk mengajarkan bahasa Arab dengan mudah kepada siswanya. Sehingga, hasilnya adalah output siswa yang kurang maksimal dalam kemahiran bahasa Arab, yang mencakup kemahiran membaca, menulis, mendengar maupun bicara.

Sebagai solusi untuk menyelesaikan permasalahan di atas, Tim Pengabdian Masyarakat dari program studi sastra Arab UNS menyelenggarakan program seminar dan pelatihan pengajaran bahasa Arab yang terangkum dalam Peningkatan Kompetensi Pengajaran Bahasa Arab Untuk Guru-Guru MI/ MTs se Kabupaten Sragen. Tim Pengabdian Masyarakat ini diketuai oleh Tri Yanti Nurul Hidayati, salah satu dosen Prodi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Kegiatan seminar dan pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2018 di Aula Kementerian Agama Kabupaten Sragen. Hadir dalam kegiatan sehari tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen dan jajaran terkait. Adapun peserta kegiatan ini adalah guru-guru MI/ MTs se-Kabupaten Sragen.

Dalam sambutannya, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sragen sangat antusias diadakannya acara seminar dan pelatihan oleh Tim Pengabdian dari Prodi sastra Arab UNS. Karena menurut beliau, seminar dan pelatihan peningkatan kompetensi pengajaran bahasa Arab ini merupakan kegiatan pertama kali yang diadakan untuk guru-guru MI/ MTs se- Kabupaten Sragen. Beliau berharap agar kegiatan yang bersifat peningkatan kompetensi pengajaran dapat dilaksanakan berkesinambungan, tidak hanya pada tahun 2018.

Selain itu, antusiasme juga datang dari para peserta. Hal tersebut dapat dilihat dari peserta yang hadir hampir 100 persen dari target. Selain itu, mereka juga mengikuti acara sampai selesai Bahkan, peserta juga meminta diadakan kembali acara seperti ini di tahun-tahun mendatang.

Dr Halimi Zuhdy (UIN Malang) selaku pemateri dalam acara tersebut menyampaikan pentingnya metode pengajaran dalam bahasa Arab. Metode ini penting untuk mempermudah pengajaran bahasa Arab kepada siswa. Beberapa metode pengajaran yang dikenalkan dalam seminar dan pelatihan adalah metode menyanyi (melalui musik), permainan (game), dan gambar. Peserta diikut sertakan dalam mencoba ketiga metode tersebut dan hasilnya langsung dapat dirasakan oleh para peserta, yaitu lebih mudah dalam belajar bahasa Arab.

Diharapkan kegiatan ini berlangsung berkesinambungan sehingga mampu menjadi solusi bagi problematika yang ada. Salah satunya  memberikan pencerahan bagi guru untuk mengajarkan bahasa Arab dengan mudah kepada siswanya. Sehingga, outputnya menjadi maksimal.

%d bloggers like this: