Program Studi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya UNS menggelar kuliah umum dalam program visiting professor dengan menghadirkan narasumber dari Universitas Al-Azhar, Fakultas Bahasa dan Penerjemahaan, Kairo, Mesir Prof. Dr. Thaha Ibrahim Ahmed Badri dengan mengusung tema Penerjemah sebagai Kerja Ilmiah dan Seni bertempat di Ruang Seminar FIB, Senin (11/2/2019).

Kuliah umum ini merupakan tindak lanjut dari beberapa kegiatan yang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MOU) yang sudah terlaksana antara Prodi Sastra Arab dan Universitas Al-Azhar. Lebih luas hubungan MOU dengan fakultas lain terutama UNS, Prodi Sastra Arab sebagai pintu dibukanya kerjasama dengan universitas ataupun lembaga yang terkait dengan Timur Tengah. Selain visiting professor bentuk kegiatan lain adalah student exchange, lectur exchange, dan collaboration riset.

Perkembangan kekinian Indonesia yang digelontor dengan berbagai ujaran, berita dan maraknya penggunaan bahasa di media sosial. Akibat dari penggunaan teknologi khususnya gadget yang tidak tepat (hoak) dapat menjadikan persoalan hukum.

Prof. Warto selaku Wakil Dekan Bidang Akademik mewakili Dekan FIB saat pembukaan mengatakan, “Persoalan hukum menjadi salah satu aspek penting dalam memaknai bahasa yang disampaikan. Berkaitan hal tersebut penerjemahan, pemahaman, memaknai kata dan bahasa yang berhubungan dengan konteks yang lebih luas menjadikan hal yang sangat strategis kedepan dalam memberikan pengetahuan yang benar, baik, dan tepat kepada masyarakat khususnya dalam hal ini generasi muda.”

Sementara Prof. Dr. Thaha Ibrahim Ahmed Badri adalah Dekan fakultas bahasa dan penerjemahaan Universitas Al-Azhar dalam paparannya mengatakan, “Pembelajaran bahasa itu bukanlah tujuan utama, melainkan hanya perantara saja, tujuan utamanya adalah mengetahui kebudayaan dan peradaban bangsa dan negara lain.”

“Pentingnya belajar sejak dini dan membiasakan berlatih, selain itu Prodi juga dituntut untuk berperan aktif untuk memfasilitasi mahasiswa sebagai pembelajar.” Lanjutnya.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 110 peserta yang terdiri atas mahasiswa Prodi Sastra Arab, Alumni, tamu undangan dari Universitas Gajah Mada (UGM), Pondok Pesantren Tazakka, dan perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk mesir. Agenda UNS dan Universitas Al-Azhar selanjutnya adalah pembahasaan MOU, agar kerjasama ini terus berlanjut.

%d bloggers like this: