Komunitas Musik dan Film Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret, atau biasa disingkat KMF merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya yang bergerak dan mendalami bidang musik dan film.

Dalam rangka memperingati Hari Musik Nasional yang jatuh setiap tanggal 9 Maret,  UKM KMF menyelenggarakan beberapa kegiatan yakni konser, sarasehan musik,  sekaligus meresmikan komunitas Musik Kampus Solo (MUKA Solo) di Gedung Argobudoyo, Jumat (9/3). Pada kesempatan kali ini KMF mendapat kesempatan menjadi tuan rumah. Tema yang diusung adalah “Peringatan Hari Musik Nasional dan Peresmian MUKA Solo.”

MUKA Solo dibentuk, antara lain bertujuan untuk memberikan wadah bagi seluruh UKM Musik di Solo agar dapat berkreasi serta menjalin hubungan baik dengan UKM Musik Se-Solo. Dalam sarasehan tersebut dibahas berbagai macam seluk beluk perkembangan permusikan di tanah air. Komunitas Musik ini melihat perkembangan musik dan film  pada era sekarang ini sangatlah membanggakan, hal ini dapat dilihat dari munculnya  berbagai jenis musik yang mewarnai lingkungan, dengan band-band papan atas ataupun band-band indie.

Maraknya band-band tersebut yang menyebabkan musik-musik di Indonesia semakin berkembang. Sebagai bagian dari penikmat musik Indonesia tentu harus apresiatif dan memiliki kebanggaan tersendiri atas perkembangan industri musik di tanah air.

Pada kesempatan baik ini juga menampilkan parade band dari seluruh anggota MUKA Solo (Scarta-UNS, Ganesa-UTP, Orkes Mipa-UNS, USF-UMS, Gas21-IAIN, KMF FIB-UNS). Dengan terlaksanakanya kegiatan ini diharapkan semua tujuan dapat dicapai dengan baik serta dapat menjadi awal eksistensi serangkain kegiatan MUKA Solo untuk tahun pertamanya.

Raihan Armansyah Putra selaku ketua panitia, mengungkapkan, “Kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi awal yang baik bagi KMF FIB UNS untuk menjaga komunikasi dan hubungannya  dengan seluruh UKM Musik di Solo.”

“Diharapkan KMF mampu meningkatkan kreativitas dan  berkiprah lebih luas lagi dalam permusikan dan film di Solo khususnya dan Indonesia pada umumnya,” kata mahasiswa prodi Sastra Arab mengakiri pernyataannya.

%d bloggers like this: