Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas llmu Budaya baru-baru ini sukses menggelar Pekan Olahraga Fakultas (POLTAS) 2017. Kegiatan yang mengusung tema Sportifitas, Solidaritas dan Totalitas ini berlangsung selama dua minggu (5-7/5) dan (11-14/5) di beberapa tempat disekitar Soloraya yakni Bengawan Sport, Lapangan Yo, Lapangan Kartini, Gor Kartini Palur dan Lapangan SMPN 26 Surakarta.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan (Himpunan Mahasiswa Program Studi) HMP di lingkungan FIB ini bertujuan untuk menumbuhkan kerjasama dan kesolidan di antara mahasiswa. Cabang olahraga yang dipertandingkan adalah futsal, basket dan bulutangkis. Total peserta adalah delapan dari unsur HMP dan 9 dari UKM

“POLTAS ini merupakan kegiatan rutin kami, diharapkan mampu menjadi ajang bertemunya seluruh elemen mahasiswa,” tutur ketua penyelenggara Agustian Kurniawan.

Malam puncak POLTAS diselenggarakan di Bengawan Sport Minggu, (14/5). Di hadiri oleh seluruh panitia, peserta dan perwakilan pimpinan Fakultas Ilmu Budaya. Tampil sebagai pemenang adalah sebagai berikut:

  1. Lomba Futsal Mahasiswa Juara 1 Kemasindo dan Juara 2 Qis’ar sebagai Top Score Yosafat Ari K(15 Gol)
  2. Lomba Futsal Mahasiswi Juara 1 (Forum Mahasiswa Sejarah) FMS dan Juara 2 Qis’ar sebagai Top Score Efi Wulandari (5 Gol)
  3. Lomba Basket Mahasiswa Juara 1 Qis’ar dan Juara 2 (Forum Mahasiswa Sejarah) FMS sebagai pemain terbaik Muhammad Yasir Munawar
  4. Lomba Basket Mahasiswi Juara 1 Pandawa dan Juara 2 (Forum Mahasiswa Sejarah) FMS sebagai Top Score Sri Rahayu
  5. Lomba Bulutangkis Mahasiswa Juara 1 Chiss dan Juara 2 Kemasindo
  6. Lomba Bulutangkis Mahasiswi Juara 1 FMS dan Juara 2 Qis’ar

Seluruh pemenang mendapatkan sertifikat, trofi dan uang pembinaan. Selaku Wakil Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Supardjo menyambut positif ajang kompetisi antar UKM dan HMP di lingkungan FIB.

“Semoga POLTAS dan kegiatan sejenis mampu menjadi agenda tahunan. Ke depan diharapkan terdapat lomba yang setingkat dekan atau lebih tinggi yakni lebih dikenal dengan Dekan Cup”, kata Supardjo mengakhiri sambutannya.

%d blogger menyukai ini: