Kota Solo yang memiliki beragam budaya dan kemajemukan. Hal ini menjadikan kota Solo sebagai salah satu destinasi wisata budaya. Salah satunya adalah IMLEK merupakan salah satu perayaan tahunan yang dirayakan oleh masyarakat etnis Tionghoa yang berpusat di kota Solo, Perayaan IMLEK tahun ini berpusat di pasar Gede, Benteng Vanderberg dan balaikota.

Berbeda tempat diatas, Himpunan Mahasiswa Program Studi D3 Bahasa Mandarin Chinese Student of Sebelas Maret University (CHISS) memanfaatkan moment tersebut dengan perlombaan. Tema yang di usung “Kekuatan di balik Merah” Imlek Festival Competition 2018 di Paragon Mall Solo, Sabtu (17/2). Bentuk kegiatannya adalah menggambar, menghias angpao, puisi dan fashion show .

Tujuan dari lomba ini adalah memberikan wadah bagi para pelajar di berbagai tempat di Soloraya untuk mengasah kreativitas yang dimiliki khususnya dalam seni dan budaya. Sekaligus juga memberi kesempatan mahasiswa D3 Bahasa Mandarin FIB belajar Bahasa mandarin dan memperkenalkan prodi D3 bahasa Mandarin Fakultas Ilmu Budaya UNS bagi pelajar.

Diharapkan dari kegiatan ini, berdampak positif bagi pelajar di kota Solo dan sekitarnya, serta mensosialisasikan seni dan budaya masyarakat Tionghoa yang diperoleh di bangku kuliah bagi pengunjung Paragon Mall Solo.

Para pelajar tersebut mengikuti kegiatan lomba dengan antusias dan sportif. Pawestri selaku ketua panitia CHISS, “Selain ingin memperkenalkan budaya masyarakat Tionghoa juga sekaligus mengajak pengujung mengikuti kompetisi yang kami selenggarakan”, lanjutnya.

Di akhir acara dari mahasiswa D3 bahasa Mandarin yang tergabung dalam CHISS menghibur pengujung Paragon Mall Solo dengan sajian tarian Tiongkok, Wushu dan bernyanyi dalam Bahasa Mandarin.

%d bloggers like this: