Senin (21/12) Program Studi D-3 Usaha Perjalanan Wisata (UPW) FIB mengadakan acara sosialisasi magang mahasiswa ke luar negeri. Acara bertajuk From UNS to Globally Tourism Industrial bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai kelebihan magang di luar negeri. Dalam konteks pariwisata sendiri, Solo sudah diprediksi akan mengalami lonjakan wisatawan asing di masa mendatang, seperti halnya Bali saat ini.

Solo, sebagai the spirit of java memiliki banyak objek wisata yang menunjang pariwisata internasional, terutama dalam bidang kebudayaan. Dari pandangan itu, sangat disayangkan apabila tidak ada institusi pendidikan yang mengembangkan konsep pariwisata secara internasional. Program Studi D-3 UPW mencoba menangkap peluang tersebut dengan mensosialisasikan seputar magang ke luar negeri. Apalagi, seiring akan diubahnya status UNS menjadi PTN-BH, birokrasi menyoal magang ke luar negeri ini pun akan menjadi lebih mudah.

Mahasiswa di era globalisasi memang dituntut untuk memiliki pergaulan yang luas. Magang di luar negeri berarti pula membuka pergaulan secara internasional. “Kita berkaca pada perguruan tinggi lain, seperti STP Bandung. Mereka sudah menerapkan program ini. Memang nantinya UKT jadi sedikit naik, namun kita tidak bisa hanya terus-terusan berpatok pada biaya. Pengalaman itu sangat mahal”. Begitu paparan Dekan FIB dalam kata sambutannya.

Kegiatan yang digelar di Ruang Seminar Lantai 2 tersebut mendatangkan pembicara dari Universitas 17 Agustus Cirebon, Sudiyatno Prasidi. Alumni UPI Bandung yang akrab Pak Sudi, memberikan suntikan semangat bagi mahasiswa D3-UPW dimulai dengan sekilas paparan  tentang UNTAG Cirebon khususnya jurusan manajemen perhotelan, alur program Program Kerja Magang (PKM) baik dalam negeri sampai dengan luar negeri. Sebagai gambaran alur adalah sbb.

  1. Pemberian angket pada mahasiswa (dalam negeri/luar negeri)
  2. Pengajuan ke hotel (misal Malaysia dsb)
  3. Seleksi dan interview dari hotel : front office, kitchen, atau keep house
  4. Interview result
  5. Persiapan dokumen
  6. pemrosesan dokumen dan pengiriman
  7. Pembekalan
  8. Pemberangkatan

“Magang di luar negeri itu lihat prospek, kualitas,  ilmu, dan pengalamannya, jangan lihat harganya”, begitu Pak Sudi di sela-sela presentasinya. Acara yang berlangsung sampai dengan jam 12 siang tersebut berlangsung menarik, dan memberi nilai plus bagi mahasiswa serta memberikan masukan bagi UPW dalam mengelola magang mahasiswa khususnya peluang magang ke luar negeri.

%d blogger menyukai ini: