Sebagai wujud kepedulian terhadap aset budaya lokal, beberapa mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah berupaya mendokumentasikan sejarah Lokananta, sebuah perusahaan rekaman di Solo yang berdiri sejak 1959. Mereka merangkumnya dalam buku berjudul, “Lokananta dalam Alunan Histori”, yang menjadi bahan diskusi di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS, Kamis (6/1). Diskusi ini menghadirkan dua pembahas, Insiwi Febriary dan Waskito Widi.

“Kami mengapresiasi tinggi atas semangat mahasiswa. Tugas mereka sangat berat, mulai dari pengurus izin, mengumpulkan data, sampai merangkainya menjadi sebuah buku,” kata Insiwi Febriary, yang juga dosen Ilmu Sejarah FIB UNS. Menurutnya, proses penulisan ini pasti memberi manfaat positif. “Mahasiswa sudah berlatih menyampaikan fakta sejarah. Ini merupakan pengalaman penting dalam hal penyampaian ekspresi melalui bentuk tulisan. Mereka akan terbiasa dengan bentuk tulisan lainnya, seperti artikel ilmiah, artikel opini, maupun skripsi mereka,” tambah Insiwi.

“Lokananta dalam Histori” terdiri dari enam bagian utama: industri musik di Indonesia yang menjadi latar belakang berdirinya Lokananta, sejarah Lokananta, kontribusi Lokananta, manajemen pengelolaan Lokananta, pasang surut perjalanan Lokananta, dan strategi kembali ke masa kejayaan Lokananta.

Sementara itu, Waskito Widi, juga dosen Ilmu Sejarah mengatakan, “Ini langkah positif yang perlu didukung. Para penyusun masih perlu menyelaraskan isi buku ini, terutama pada alur penyampaian ide; sehingga pembaca dapat mencerna dengan baik pesan yang ingin disampaikan.”

Diskusi ini dihadiri oleh sekitar seratus peserta, yang sebagian besar adalah mahasiswa Ilmu Sejarah FIB.

%d blogger menyukai ini: