Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia dituntut untuk menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Di samping itu mereka juga diharapkan menguasai bahasa asing (Inggris) dan Bahasa daerah (Jawa). Sehubungan dengan hal tersebut, Balai Bahasa Jawa Tengah mengundang para mahasiswa, tidak terkecuali mahasiswa Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret, untuk mengikuti kompetisi Duta Bahasa Tingkat Jawa Tengah. Duta Bahasa merupakan seseorang yang dijadikan tokoh, yang bisa diteladani baik dari segi pengetahuan, kemampuan, dan memiliki kepribadian dan perilaku yang baik. Pemilihan Duta Bahasa ini dikarenakan masih banyak terdapat dalam penyalahgunaan bahasa, terutama bahasa Indonesia dan banyak yang melupakan bahasa dan identitas kedaerahan. Maka dari itu, diperlukan sosok yang memberikan perubahan dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, menjaga, dan melestarikan bahasa daerah.

Pemilihan Duta Bahasa ini bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar tanpa melupakan bahasa daerah dan bahasa asing.

Undangan kompetisi tersebut disambut baik oleh Fakultas Ilmu Budaya FIB. Prodi Sastra Indonesia berpatisipasi dengan mengirimkan dua mahasiswa yakni Bayu Aji Prasetya dan Dian Pratama Marditiya. Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah tahun 2019 ini dilakukan mulai dari bulan Februari hingga Juli 2019. Tahapan seleksi yang dilakukan berupa tes UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia), pengumpulan berkas-berkas pendukung, tes wawancara dalam tiga bahasa dan tes tertulis. Kemudian proses itu dilanjutkan dengan pra-karantina dan karantina hingga malam puncak penganugerahan pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah tahun 2019 pada tanggal 12-13 Juli 2019 di Hotel Harris Hotel & Convention Solo, Kota Surakarta. Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah tahun 2019 terpilih sebanyak 20 finalis dari berbagai universitas dan daerah di Jawa Tengah mereka menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan ketika menjadi Duta Bahasa, dan penampilan bakat yang dimiliki setiap finalis, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab pada babak 6 besar untuk mencari pemenang I-III dan juga pemenang favorit.

Pada tahap seleksi kedua, perwakilan Prodi Sastra Indonesia FIB UNS lolos sebagai finalis Duta Bahasa dan berhak mengikuti grand final. Grand final Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah tahun 2019 berlangsung selama dua hari yaitu tanggal 12-13 Juli 2019 bertempat di Hotel Haris, Surakarta. Penilaian akhir dilakukan saat Grand final, presentasi proposal kegiatan dengan juri tiga Bahasa (Indonesia, Jawa, dan Inggris), uji bakat, dan menjawab pertanyaan dalam fishball.

Faizal Aditya Bagaskara (Universitas Diponegoro) dan Brelyantika Indra Jesa (STKS Bandung) dinobatkan sebagai pemenang 1 Duta Bahasa Jawa Tengah sekaligus menjadi wakil untuk maju ke tingkat nasional. Adapun perwakilan dari Fakultas Ilmu Budaya UNS belum bisa membawa predikat pemenang dalam acara ini.

Meski belum berhasil, respon positif tetap diberikan oleh Bayu Aji Prasetya. “Selama mengikuti kegiatan ini, kami mendapatkan banyak ilmu serta relasi dari berbagai latar belakang pendidikan, meskipun terhenti sebagai finalis.  Kami merasa beruntung dan bangga bisa menjadi bagian dari keluarga Duta Bahasa Jawa Tengah, khususnya Ikatan Duta Bahasa”.

“Nantinya kami bersama-sama akan membantu dan menyukseskan pengutamaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing”, Lanjutnya.

Harapan dari kedua peserta dari FIB UNS untuk Duta Bahasa yakni tetap mengaplikasikan yang sudah didapat selama karantina maupun grand final, salah satunya adalah untuk memartabatkan bahasa Indonesia sehingga mampu menjadi bahasa yang disegani oleh seluruh masyarakat dan mengajak masyarakat agar ikut serta melestarikan penggunaan bahasa daerah. Sebagai generasi muda, sudah sepatutnya untuk mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

%d bloggers like this: