Sastra menjadi sarana tercatatnya sejarah dan juga sebagai media tempat masyarakat mengeluarkan aspirasinya. Eksistensi sastra dalam merekam peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di Nusantara, khususnya Indonesia dalam beberapa bulan terakhir diantaranya kebakaran hutan dan lahan, pemilu, Papua bergejolak, hingga polusi udara yang tinggi.

Melihat dari latar belakang tersebut Keluarga Mahasiswa Sastra Indonesia (Kemasindio) Fakultas Ilmu Budaya UNS menggelar Malam Apresisasi Sastra (Malapsas) dengan bertajuk Berpayung Sastra Rekam Peristiwa, di halaman Pasar Triwindu, Ngarsopura Sabtu (16/11/2019).

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini bertujuan untuk mengenalkan Prodi Sastra Indonesia kepada masyarakat luas dan meningkatkan rasa cinta terhadapat literasi dan karya seni khususnya sastra.

Malapsas merupakan kegiatan tahunan dari Kemasindo, terdiri dari pementasan teater dan musikalisasi puisi yang akan dibawakan oleh mahasiswa Sastra Indonesia dan bintang tamu. Sekaligus turut memberi gambaran kilas balik yang dikemas dalam pertunjukan atau kritik yang terkandung dalam pertunjukan-pertunjukan

Kegiatan ini merupakan aksi konkret mahasiswa Sastra Indonesia untuk mengimplementasikan ilmu yang mereka dapat di perkuliahan serta sebagai salah satu wujud apresiasi terhadap karya sastra dalam bentuk pementasan yang atraktif dan menghibur masyarakat. Selain itu, mahasiswa sebagai bagian dari kehidupan kampus membutuhkan sarana untuk menampilkan eksistensi mereka sebagai insan intelektual sekaligus insan yang berbudaya. Mereka membutuhkan wadah untuk menampilkan jati diri mereka sekaligus mempertunjukkan daya kreasi dan keterampilan mereka untuk mengolah kekayaan gagasannya.

Tri Wiratno selaku Wakil Dekan bidang Akademik yang dalam hal ini mewakili Dekan FIB mendorong mahasiswa untuk mencintai sastra sampai akhir zaman. Sebab di setiap zamannya sastra secara kontekstual memiliki definisi mengikuti perkembangan zaman. Sehingga menjadikan sastra menarik untuk dikaji dari sudut pandang apapun (ilmu bahasa, psikologi, filsafat, sosiologi, antropologi).”

Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia menampilkan beberapa penampilan diantaranya tari Asmaraloka, teatrikal, musikalisasi puisi, dan penampilan dari bintang tamu Teater Sandilara dan Musikalisasi puisi oleh Robetiyem.

Juhan Suraya selaku ketua panitia berharap, melalui kegiatan seperti ini sebagai wadah ide-ide kreatif sekaligus mengembangkan minat dan bakat dalam menciptakan karya seni dinikmati dan bermutu.

%d bloggers like this: