postpass sastra, indonesia, jurnal, artikel, publikasi, manuskrip, nusantara, literasi,

Kabar gembira datang dari Program Studi (Prodi) Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. 4 mahasiswa prodi Sastra Indonesia berhasil menerbitkan artikel di jurnal terakreditasi nasional. Keempat mahasiswa tersebut yaitu M. Zulkham Effendi, Alifah Talitha Shabrina, Fathiyatul Billah Yusanta, dan Setiyowati Ryski Anggraeni.

Mereka berhasil menerbitkan artikel berkat bimbingan dari dosen pembimbing sekaligus kontributor dalam artikel tersebut, yakni Rianna Wati, S.S., M.A. dan Asep Yudha Wirajaya, S.S., M.A. Alifah, Zulkham, dan Asep Yudha Wirajaya, S.S., M.A. menerbitkan artikel di Jurnal Manuskrip Nusantara (JUMANTARA), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI). Kemudian, artikel milik Fathiyatul, Setiyowati, dan Rianna Wati, S.S., M.A. terbit di Jurnal Literasi, Universitas Galuh Ciamis. Kedua jurnal tersebut terbit pada waktu yang berbeda, JUMANTARA terbit terlebih dahulu dengan Vol. 10, No. 2 (2019): Desember, sedangkan Jurnal Literasi terbit pada edisi April dengan Vol. 4, No. 1 (2020).

Alifah mengaku bahwa dirinya senang karena artikel yang Ia tulis berhasil terbit. Judul artikel yang ia tulis yaitu Perbandingan Karakteristik Ilustrasi Naskah Syair Saiban dan Zainab Asyamiyah dan Ghayat al-Muna: Sebuah Kajian Kodikologi. “Perasaan saya jelas seneng banget waktu tahu artikelnya terbit. Semua yang udah dilalui mulai dari menulis artikel, revisi, hingga menunggu jawaban diterima atau tidak sudah terbayar. Jadi pengin mengirim artikel ke jurnal lagi.” ungkap Alifah.

Hal senada juga disampaikan oleh Fathiyatul, mahasiswa semester 6 tersebut sangat senang ketika artikelnya terbit di jurnal. “Jelas senang banget karena bisa meninggalkan catatan yang bisa dikenang setelah lulus. Meskipun baru jurnal, belum seperti teman-teman lain yang sudah menerbitkan novel. Sempat kaget juga karena artikel yang aku tulis tidak ada revisi sama sekali, tau-tau udah ada pesan masuk di surel yang isinya pemberitahuan kalau jurnalnya sudah terbit,” papar mahasiswa yang saat ini duduk di semester 6.

Tentu, terdapat peran dari dosen di balik capaian ini. Hal ini dikemukakan oleh Fathiyatul, artikel tersebut pada awalnya merupakan tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Sastra Siber. “Peran dosen sangat besar, Bu Rianna sebagai kontributor sekaligus tempat untuk berkonsultasi memiliki andil dalam hal ini. Beliau selalu memberikan masukan, membantu menyalurkan ide, dan membenahi bagian mana yang kurang,” paparnya.

Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa memang diperlukan dalam membangun sebuah kualitas atau luaran dari program studi tersebut. Pada semester-semester sebelumnya, dosen Sastra Indonesia juga selalu memberi semangat agar mahasiswa rajin menulis. Salah satu langkah yang ditempuh yakni dengan mengganti UAS ataupun UTS menjadi makalah yang dikirim ke jurnal.

Asep Yudha Wirajaya, S.S., M.A., selaku kontributor sekaligus dosen pembimbing yang berhasil membawa 2 mahasiswanya menerbitkan artikel di Jumantara menuturkan sangat bangga atas capaian tersebut.“Saya bangga sekali melihat karya mahasiswa dapat terbit di jurnal nasional, meskipun secara akreditasi masih sinta 4, tetapi tidak semua penulis dapat lolos begitu saja. Semoga, mahasiswa bisa terpacu dalam berkarya’, ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam proses menumbuhkan minat mahasiswa untuk berkarya memang tidak mudah, memerlukan sedikit paksaan melalui tugas. “Setelah mahasiswa membuat tugas berupa makalah atau artikel, harus ada pula upaya dari dosen untuk mereview dan memberikan catatan perbaikan. Setelah itu, artikel yang sudah diperbaiki dikirim oleh mahasiswa yang bersangkutan. Apabila terdapat review dari jurnal, kami sangat terbuka untuk memberikan masukan.” pungkasnya. (Bayu Aji Prasetya)

%d bloggers like this: