“Suwe ora jamu, jamu godhong tela
Suwe ora ketemu, ketemu pisan aja gawe gela…”

Lirik tembang “Suwe Ora Jamu” sayup-sayup terdengar dari Gedung IV Fakultas Ilmu Budaya (FIB UNS), diiringi suara gamelan. Ternyata, alunan tembang dan gamelan itu berasal dari sekelompok mahasiswa asal Universiti Malaya, Malaysia yang sedang belajar karawitan di laboratorium gamelan FIB UNS, Kamis pagi (4/8). Mereka memang khusus datang ke UNS untuk belajar budaya Jawa, hingga 12 Agustus 2016.

“Prospek ke depan sangat bagus. Selain memperluas wawasan mahasiswa, latihan karawitan ini langsung memperkenalkan budaya asli kita kepada dunia internasional,” kata Sisyono Eko Widodo, dosen Program Studi Sastra Jawa FIB yang saat itu mendampingi latihan.

“Gendhing ‘Suwe Ora Jamu’ dan ‘Gangsaran’ merupakan gendhing sederhana. Ini cocok bagi para pemula,” lanjut Sisyono. Nilai filosofis dari berlatih karawitan, tambah Sisyono, adalah terbentuknya kekompakan dan harmoni.

Selesai berlatih karawitan, 12 mahasiswa program Akademi Pengajian Melayu ini juga belajar menari Jawa. Mereka dikenalkan dengan gerakan-gerakan dasar, seperti ngrayung, ukel dan gerakan-gerangkan lainnya, dipandu oleh beberapa mahasiswa Program Studi Sastra Jawa, yang September mendatang juga akan belajar budaya Melayu di Universiti Malaya, Malaysia.

%d blogger menyukai ini: