Di Tengah maraknya budaya barat yang datang, sudah waktunya kita kembali ke filosofi budaya sendiri. Sebenarnya budaya yang kita miliki mampu mengajar kita kearifan, kehalusan budi dan tatakrama yang agung serta keharmonisan di tengah perbedaan.

Untuk itu sebagai upaya nguri-uri tradisi bangsa tersebut Prodi Sastra Daerah Fakultas llmu Budaya menggelar lomba nembang macapat tingkat nasional khusus mahasiswa, Selasa (23/5) di R.Seminar gedung 3 dan R.307 gedung 1.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk yang kedua kalinya. Kegiatan ini merupakan satu  di antara 47 kegiatan yang di selenggarakan dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-41 UNS, yang diikuti oleh 95 peserta yang berasal dari 16 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia yang tersebar dari lima provinsi, yaitu DKI, Jateng, DIY, Jatim dan Bali.

Dalam sambutan pembukaan, ketua Dies Natalis UNS ke-41, Joko Nurkamto mengatakan, “Saya mengapresiasi penyelenggarakan kegiatan ini. Ditengah-tengah hiruk pikuk globalisasi yang cenderung menjauhkan generasi muda dari kebudayaan sendiri, Fakultas Ilmu Budaya mampu menghadirkan lomba nembang macapat sebagai alternative pencerahaan. Nembang macapat tak sekedar kesenian biasa, tapi di dalamnya mengandung pitutur yang luhur yang mampu memberikan nilai yang luar biasa”.

Joko Nurkamto mengharapkan, “Perguruan tinggi dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat untuk kembali jati diri bangsa yang adi luhung”.

Tampil sebagai pemenang

kategori putra

  • Noor Kholis (UNNES) – Juara 1
  • Nurcholis (UMP) – Juara 2
  • Roni Bagus S P (UNNES) – Juara 3
  • Muhammad Rofiuddin (UNS) – Juara Harapan 1
  • Yossy Oktaviandoko (UNNES) – Juara Harapan 2
  • Andri Setiawan (UNESA)- Juara Harapan 3

kategori putri

  • Nanik (UNNES) – Juara 1
  • Septia Rachma P (UNS) – Juara 2
  • Diana Elvira Ochtaviani (UNNES) – Juara 3
  • Yuliani Asriningsih (UNNES) – Juara Harapan 1
  • Fiduhrani Tigatma Rustam (UGM) – Juara Harapan 2
  • Rerik Dyah Ayu (UNESA) – Juara Harapan 3

“Dengan lomba nembang macapat  ini semoga mampu menumbuhkan rasa dan meningkatkan apresiasi pada generasi muda terhadap budaya bangsa”, kata Sisyono Eko Widodo, selaku ketua panitia sekaligus dosen prodi Sastra Daerah.

%d blogger menyukai ini: