Mahasiswa pada saat ini dituntut bukan hanya berhasil dalam bidang akademik, namun juga diharapkan mampu berprestasi di bidang minat bakat yang mereka tekuni. Hal ini dibuktikan oleh Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret : Bagas Resta (juara 3 putra) , Niken Setyorini (juara 1 putri) dan Septia Rachma P (juara 3 putri). Masing-masing mampu membawa prestasi sebagai pemenang Lomba Nembang Macapat Tingkat Nasional di Fakultas Ilmu Budaya, Kamis (3/5).

Kegiatan Lomba Nembang Macapat diselengggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya, dalam rangka menyambut Dies Natalis UNS yang ke-42. Diikuti oleh 75 peserta yang datang dari PTN dan PTS diseluruh Indonesia. Setidaknya ada lima provinsi yang ikut berpartisipasi di dalamnya.

Dalam keterangannya, Sisyono, selaku ketua panitia sekaligus salah satu dosen Prodi sastra Daerah  mengatakan,”Melalui lomba nembang macapat ini kita dapat membedah, pempelajari dan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Kita maju dengan perkembangan Ilmu dan Teknologi namun jangan sampai kemajuan zaman tersebut meninggalkan jati diri kita sebagai manusia berbudaya.”

“Apalagi mahasiswa, sebagai generasi penerus bangsa, selain dipacu untuk berprestasi, namun juga harus mampu melestarikan budaya asli Indonesia,” lanjut beliau di hadapan peserta dan tamu undangan yang hadir memenuhi ruang seminar tersebut.

Kegiatan lomba berlangsung sehari dan terbagi dalam dua tahap, yakni babak penyisihan dan final. Pada babak final diambil 12 orang. Terdiri dari 6 orang putra dan 6 orang putri.Tampil sebagai pemenang adalah :

Juara Putra :

1.       Tri Wahyu Putra (UNIVET)

2.       Pambayun S (UNESA)

3.       Bagas Resta (UNS)

Juara harapan Putra :

1.       Endar Fajar R (UNESA)

2.       Roni bagus P (UNNES)

3.       Bangun Praksa (UAD)

 

Juara Putri

1.       Niken Setyorini (UNS)

2.       Azizah Miraj N (UNESA)

3.       Septia Rachma P (UNS)

Juara harapan Putri :

1.       Irma Larasati (UNNES)

2.       Rahma Putri (UNNES)

 

Dekan Fakultas Ilmu Budaya memberikan apresiasi kepada segenap pemenang. Beliau menekankan dan mengharapkan bahwa dalam sebuah lomba, bukan hanya masalah kalah  atau menang, namun yang terpenting adalah kita semua mendukung dan berpartisipasi untuk melestarikan budaya jawa ini agar tidak hilang serta merawatnya untuk generasi yang akan datang.

%d bloggers like this: