Di era globalisasi seperti sekarang  ini, mahasiswa dituntut untuk senantiasa mengembangkan potensi diri agar mampu bersaing selepas yang bersangkutan masuk di dunia kerja. Selain pengetahuan di bangku kuliah, modal utama untuk menjadi mahasiswa yaitu salah satunya kreativitas. Pengalaman mahasiswa yang sebelumnya pernah dialami, pasti juga makin mengasah sifat kreativitas di dalam diri mereka. Terlebih lagi telah disediakan banyak wadah untuk mengaplikasikan sifat kreatif tersebut.

Seperti yang baru-baru ini dilakukan oleh Mahasiswa S1 Prodi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya. Mahasiswa angkatan 2016 semester empat menggelar pementasan drama dengan tema Bonne Valeur Production & Tentacle: Pementasan Drama Bahasa Inggris “Miscellaneous Night”.

Pentas yang berlangsung dari sore hingga malam tersebut menampilkan tiga cerita yang berbeda yakni : Scuba Lessons, Judgement of Paris dan Morrigan: An Anthem of Wolves and Ravens. Berlangsung di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah, Selasa (15/5). Tidak tanggung-tanggung, mereka menggandeng juga UKM Tenctacle IAIN Surakarta untuk berkontribusi aktif dalam pementasan tersebut.

Menurut Chika, Mahasiswa Prodi Sastra Inggris FIB  sekaligus ketua panitia, “ Kegiatan ini diadakan untuk mengembangkan potensi yang kami miliki sekaligus untuk memenuhi tugas mata kuliah Intruduction to Drama dengan dosen pengampu Karunia Purna Kusciati. “

“Pentas ini melibatkan 48 mahasiswa, baik sebagai sutradara, pemain, tim arstistik, musik, dekorasi, lighting maupun perlengkapan pendukung lainnya,” imbuhnya.

Pada pentas pertama ditampilkan Judgement of Paris yang di sutradari oleh Prasetyo Adi Romadhoni. Drama ini bercerita tentang mitologi Yunani yang menceritakan mengenai seorang pemuda yang bernama Paris. Paris diperintah oleh Zeus untuk memberikan sebuah apel yang bertuliskan “For the fairest” kepada dewi yang dianggap paling cantik dari tiga dewi yang ada yakni Approdite, Hera dan Athena. Tentu saja ketiga dewi cantik tersebut menggunakan berbagai intrik dan trik untuk menarik hati paris untuk memberikan apel tersebut dan dipilih menjadi yang paling cantik.

Sementara itu pada pentas kedua mengangkat tentang drama komedi percintaan yang romantis antara Dan dan Kelly dalam “Scuba lesson”. Sebuah drama percintaan yang rumit dari seorang wanita yang bernama Kelly. Ia sering mengalami kisah cinta yang tidak berjalan mulus. Namun diakhir cerita kisah cintanya  berakhir manis. Scuba Lesson disutradari oleh Sufina Nuristiqomah. Sedangkan penampilan terakhir diisi oleh UKM Tenctacle IAIN Morrigan : An Anthem of Wolves and Ravens. Drama terakhir ini berkisa tentang Cu Chulain seorang pendekar Irlandia yang menikah dengan sosok immortal yaitu Morrigan demi mendapatkan kekuatan abadi.

 

Penonton yang hadir bukan hanya dari mahasiswa, namun terbuka bagi umum di Soloraya. Nampak sekitar seratusan penonton memenuhi ruangan yang telah disediakan. “Saya bangga dengan para mahasiswa yang mampu menampilkan adegan demi adegan secara apik serta memaksimalkan ide-ide kreatif yang mereka miliki. Harapan saya, semoga ini mampu menjadi agenda tahunan bagi Mata Kuliah Drama Bahasa Inggris,” tutup dosen pengampu, Karunia Purna Kusciati yang akrab dipanggil Bu Nia ini.

%d bloggers like this: