Lulusan Prodi Bahasa China Fakultas Ilmu Budaya UNS tidak harus menunggu lama untuk mendapatkan pekerjaan. Mereka langsung kerja, bahkan banyak yang sudah ditunggu perusahaan sebelum mereka lulus. Demikian disampaikan Siti Muslifah, Kepala Prodi D3 Bahasa China beberapa waktu lalu.

Di Indonesia, lulusan Prodi Bahasa China sangat langka karena jarangnya perguruan tinggi yang membuka prodi ini. Keadaan ini berimbas pada tingginya permintaan kerja sementara jumlah lulusan yang tersedia terbatas. Hal ini juga menjadi berkah tersendiri bagi lulusan D3 Bahasa China FIB UNS.

“Permintaan kerja sangat tinggi dan tidak semuanya terpenuhi. Bahkan, sejak semester lima mahasiswa kami sudah banyak yang di charter oleh perusahaan,” demikian kata Siti.

Sejauh ini mayoritas lulusan Prodi D3 Bahasa China FIB UNS bekerja di perusahaan-perusahaan yang menuntut kemampuan Bahasa China baik lisan maupun tulisan. Selain itu, banyak juga yang berwirausaha dan berhasil menjadi wirausahawan sukses.

Siti juga menyampaikan bahwa di era perdagangan bebas hubungan dagang dengan Tiongkok semakin erat. Hal ini berimbas pada kebutuhan penerjemah yang ahli dalam Bahasa China. Selain itu, seiring dengan gencarnya promosi wisata Indonesia, kunjungan wisatawan dari Tiongkok terus meningkat dan ini menjadi peluang bagi lulusan Prodi Bahasa China untuk bekerja di sektor pariwisata. Dengan ini pula Prodi Bahasa China FIB UNS membekali mahasiswanya dengan kemampuan bahasa China untuk keperluan bisnis, penerjemahan, pariwisata, dan pengajaran.

“Bahkan kami sudah melakukan studi kelayakan dan menyusun proposal untuk pendirian Prodi S1 Sastra China,” imbuh Siti saat ditemui di ruang kerjanya. (GG)

%d blogger menyukai ini: