Rabu (23/11), bertempat di Auditorium UNS, Prodi Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya UNS menyelenggarakan Konser Karawitan Gadon Laras Pandawa dan Seminar Nasional dengan tema Kalatidha dalam konteks kekinian Tema tersebut diangkat karena “Serat Kalatidha” karya yang amat terkenal sebagai karya “Zaman Edan”, yang berisi kritik sosial, dekadensi moral, dan sebagainya, Kegiatan ini sebagai upaya mendukung promosi dan pencitraan terpadu UNS.

Seni karawitan merupakan salah satu unsur dan kekayaan budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini seni karawitan cenderung ditinggal dan dijauhi generasi muda, serta dianggap sebagai seni yang ketinggalan jaman dan membosankan.

Ranggawarsita dengan kemahirannya mampu membuat tembang macapat yang sebenarnya memuat kritikan zaman dengan bahasa yang indah. Basa Jawa rinengga yang dibuatnya mampu menghadirkan suatu bentuk bahasa yang lebih indah, brêgas ‘lincah’, dengan cara mengganti kata-kata dengan yang lebih halus, indah, ataupun arkhais.

Penggambaran keadaan jaman yang rusak, digambarkan dengan menggunakan pengimajian kata yaitu dengan sebutan jaman edan. Edan dalam bahasa Indonesia berarti gila. Penyebutan kata edan ‘gila’ sebenarnya hanya diperuntukkan untuk manusia. Tetapi oleh Ranggawarsita dipergunakan untuk menyebut jaman. Manusia yang selamat dari kerusakan moral dalam jaman edan, oleh Ranggawarsita  dikonkretkan dengan kata-kata bêja-bêjane kang lali, luwih bêja kang eling lawan waspada ‘seberuntung-beruntungnya yang lupa, lebih beruntung yang ingat dan waspada.

Disamping menggelar konser karawitan, Prodi Sastra Daerah juga mengadakan seminar nasional “Kalatidha Dalam Konteks Kekinian” tampil sebagai pembicara adalah :
1.GPH. Dipokusumo (Budayawan/Kaprodi HI Unisri Surakarta)
2. Prof. Dr. Suwardi Endraswara, M.Hum. (Ketua HISKI Pusat/Guru Besar UNY
3. Dr. Suyatno, M.Si. (Kepala Museum Perpustakaan Bung Karno Blitar)
4. Dr. Supana, M.Hum. (Kaprodi Sastra Daerah FIB UNS)
Moderat Drs. Pardi Suratno, M.Hum. (Kepala Balai Bahasa Jateng / sebagai Moderator)

Harapannya, melalui kegiatan ini, mampu memberikan kontribusi positif bagi pelestarian budaya jawa.

%d blogger menyukai ini: