Program Studi llmu Sejarah Fakultas Ilmu Budya UNS kembali menggelar Museum Goes to Campus 2 di Auditorium UNS, Senin-Jumat (4-7/9). Bekerja sama dengan 25 museum dan 7 lembaga yang tersebar di Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung selama empat hari dan dilatarbelakangi sebuah niat untuk menunjukkan bahwa kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia sesungguhnya menunjukan kekayaan dan merupakan elemen-elemen yang menguatkan kehidupan sebagai bangsa.

Dalam kegiatan tersebut berbagai koleksi diperlihatkan oleh masing-masing peserta mulai dari patung manusia purba oleh Museum Sangiran sampai dengan koleksi yang dimiliki oleh Museum Universitas Sebelas Maret.

Berbeda dari pelaksanaan pameran tahun sebelumnya, untuk menarik minat pengunjung yang datang, pameran dilakukan secara inovatif, interaktif dan dalam suasana having fun. Para pengunjung dapat belajar jejak peninggalan sejarah sambil menikmati pentas seni oleh mahasiswa Prodi Ilmu Sejarah.

Selain Pameran sebagai kegiatan ini dalam Museum Goes to Campus, ada beberapa kegiatan pendukung yang diadakan untuk memeriahkan kegiatan ini, yakni:

  • seminar permuseuman (4/9) “Peranan Museum Goes to Campus dalam Pengembangan Museum di Indonesia”
  • Kuliah umum nilai-nilai kebangsaan (6/9) “Ajaran Bung Karno dan Revolusi Mental”
  • Lomba dogeng nusantara (6/9)
  • Lomba fotografi
  • Pentas seni (4-7/9)
  • Pemutaran film
  • Bazar
  • Dolanan anak tradisonal
  • Melukis bersama komunitas bersama museum Basoeki Abdullah

MGtC ke-2 ini dihadiri total 6157 pengunjung atau perharinya 1540 pengunjung.

Selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Riyadi Santosa mengapresiasi positif penyelenggaraan museum goes to campus ini. “Saya mengajak masyarakat luas untuk kita kembali merefleksikan dan mendialogkan nilai-nilai kebangsaan.”

“Dengan menghadiri dan melihat MGtC kita semua diharapkan untuk mengembangkannya ke dalam konteks Indonesia kini dan yang akan datang. Tak kalah penting, MGtC bisa sebagai ajang promosi wisata di Surakarta dan sekitarnya. Kedepannya akan menjadi agenda tahunan yang akan dikembangkan ke tingkat nasional dan internasional sebagai bagian pengembangan UNS sebagai unversitas berwawasan kebudayaan,” lanjut beliau.

Sementara Tiwuk Kusuma Hasuti Kaprodi Ilmu Sejarah FIB selaku Ketua MGtC mengatakan, “Penyelenggaraan  kegiatan MGtC ini sebagai wujud komitmen UNS sebagai kampus yang menjunjung nilai-nilai luhur budaya bangsa. Kegiatan ini mempunyai arti penting edukasi nilai-nilai sejarah, permuseuman, dan cagar-budaya khususnya untuk generasi muda. Museum adalah saran edukasi, informasi dan rekreasi yang relative lengkap.”

“Tujuan diadakannya MGtC adalah mendekatkan nilai-nilai sejarah-dalam arti seluas-luasnya ke tengah publik. Melalui MGtC publik/masyarakat lebih mudah mendapatkan akses informasi dan pengetahuan mengenai banyak hal mengenai museum, warisan sejarah, dan nilai-nilai kebangsaan,” tambahnya.

%d blogger menyukai ini: