Sebagai upaya peningkatan prestasi mahasiswa, Fakultas Ilmu Budaya menyelenggarakan kuliah umum oleh praktisi berskala internasional, Selasa (21/3) di ruang seminar FIB.

Kuliah umum dengan tema “Pemanfaatan daluang dalam Ranah Kebudayaan di Indonesia” tersebut diisi oleh Isamu Sakamoto. Beliau adalah profesor dan peneliti ahli bidang dalam bidang konservasi dan reservasi kertas dari Jepang yang sudah berkeliling dunia membandingkan berbagai macam produk daluang diberbagai tempat.

Dalam paparannya Sakamoto mengatakan bahwa daluang merupakan istilah untuk menyebut kain kulit kayu di Jawa. Daluang merupakan kertas tradisional yang awalnya dimanfaatkan sebagai bahan penulisan naskah tulisan tangan (manuskrip). Selain dimanfaatkan untuk bahan penulisan manuskrip, daluang juga dimanfaatkan dalam seni pertunjukan wayang beber. Daluang merupakan produk budaya yang harus dilestarikan.

Daluang atau Dluwang dalam Bahasa Indonesia yang berarti kertas. Pada perkembangan selanjutnya, daluang dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan handycraft dalam dunia kriya di Indonesia. Daluang merupakn produk budaya yang harus dilestarikan, karena merupakan warisan kolektif yang menandai tingkat peradaban danbudaya bangsa.

Penjelasan tersebut sepaham dengan apa yang disampaikan oleh Warto, wakil dekan bidag akademik “Dalam daluang tersimpan ide-ide, gagasan dan pemikiran yang harus diketahui dan perlu untuk digali, sehingga kita mengetahui sejarah bangsa ini dan melestarikannya.”

Lebih lanjut wadek bidang akademik tersebut berharap, dengan kegiatan ini mampu menumbukan iklim akademik yang berwawasan global. Semakin banyak dan intesif berdialog dengan para pakar yang memiliki reputasi internasional, diharapkan mahasiswa FIB semakin luas wawasan keilmuannya dan dapat membangun jejaring dalam skala yang lebih luas. Dengan demikian harapan menjadikan FIB sebagai pusat pengembangan ilmu humaniora (budaya) bertaraf internasinal secara bertahap segera dapat direalisasikan.

%d blogger menyukai ini: