Kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Semakim baik kualitas sumber daya manusia suatu bangsa, maka semakin memiliki competitive advantage dengan negara lain terutama di era globalisasi. Hal ini tentu saja membawa konsekuensi bagi lembaga pendidikan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang berkompetensi (berkualitas) dan mampu memenuhi permintaan pasar. Salah satunya penguasaan berbagai teknologi dan ketrampilan softskills.

Menjawab fenomena diatas, Sabtu (20/10) Fakultas Ilmu Budaya UNS menyelenggarkan pelatihan penerjemahan film dan website. Peserta dibekali dengan pengetahuan mengenai metode, teknik dan strategi menerjemahkan web sebagai sarana promosi dan praktik menerjemahkan dialog dalam film.

“Saat ini persaingan dunia kerja sangat ketat. Oleh sebab itu, softskill mahasiswa perlu ditingkatkan. Antara lain ketrampilan menerjemahkan film dan website”, kata Ida Kusuma,salah satu dosen di FIB.

“Harapan kami, dengan pelatihan ini mahasiswa mampu menjadi penerjemah yang handal dan terampi. Sehingga ketika lulus nanti mahasiswa dapat bersaing di dunia kerja”, lanjutnya Ida.

Pelatihan yang diikuti seratusan mahasiswa ini diisi oleh beberapa narasumber yang telah memiliki banyak pengalaman menerjemahkan jenis teks. Mereka adalah Sugeng Hariyanto, penerjemah profesional yang juga dosen Politeknik Negeri Malang; dan satu tim dari RCTI Hendri Hendrasto, Ida Rosdiana, Qoryati, dan Yolanda Mirna.

%d blogger menyukai ini: