Sebagai upaya untuk meraih perguruan tinggi bereputasi internasional maka sistem pendidikan dan pengajaran kelas harus berwawasan internasional. Oleh sebab itu mendatangkan pakar bereputasi internasional menjadi suatu keniscayaan yang harus diwujudkan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas wawasan pengetahuan yang lebih luas menyangkut perkembangan pengetahuan global.

Berangkat dari alasan tersebut program Studi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya UNS menyelenggarakan Visiting Professor dari Suez Canal University, Mesir bertempat di ruang sidang II kantor pusat UNS dengan mengusung tema “Bahasa Arab bagi Penutur Asing” Kamis (8/2).

Hadir sebagai narasumber adalah Prof. Dr. Hasan Abdel Alim Yusuf, direktur pusat studi Indonesia di Suez Canal Mesir sekaligus mantan dekan fakultas ilmu humaniora serta Prof. Dr. Sangidu, M.Hum dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Hasan Abdel Alim Yusuf secara khusus berbicara tentang sastra Arab klasik. “Negara Timur Tengah mayoritas menggunakan bahasa Arab Amiyah yang digunakan untuk bahasa keseharian. “Kalau di Indonesia kita belajar bahasa Arab Fushah. Tapi jangan khawatir, justru hal ini dapat mengembangkan bahasa Fushah yang dipelajari di Indonesia.” tutur beliau dihadapan seratusan lebih peserta yang hadir.

Kegiatan tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S . Beliau menyambut positif kegiatan ini. Bahkan beliau meminta kesediaan Prof. Dr. Hasan Abdel Alim Yusuf menjadi adjunct professor di FIB UNS dan mengusulkan salah satu dosen prodi sastra Arab, Arifuddin, Lc., M.A menjadi salah satu staf pengajar bahasa Indonesia di Pusat Stdi Indonesia di Canal Zues University, Mesir.

Kegiatan berlangsung lancar, setelah paparan dari dua narasumber acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Sesi ini menarik karena mahasiswa aktif dan kritis bertanya kepada kedua narasumber.

“Diharapkan visiting professor ini dapat memberikan wawasan kepada mahasiswa Sastra Arab khususnya yang terkait dengan bidang keilmuan di program studi sastra Arab yang secara langsung diberikan oleh pakarnya.” tutur M. Farkhan M, Kaprodi sastra Arab.

%d bloggers like this: