Fakultas Ilmu Budaya patut berbangga. Selasa, (15/8) salah satu dosen dari Program Studi Sastra Daerah, Wakit A. Rais telah berhasil dikukuhkan oleh Rektor Universitas Sebelas Maret sebagai Guru Besar Etnolinguistik Bidang Kearifan Lokal.  Sehingga sampai dengan saat ini Fakultas Ilmu Budaya telah memiliki 9 guru besar yang aktif menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi kemajuan Fakultas Ilmu Budaya.

Dalam pidato pengukuhan di Auditorium UNS, beliau menyampaikan pidato ilmiah dengan judul Kajian Etnolinguistik: Kearifan Lokal dalam Bahasa dan Budaya Jawa.

“Kearifan lokal dalam bahasa dan budaya jawa merupakan bagian objek kajian etnolinguistik, yang merupakan sistem pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat berdasarkan pengalaman dan petunjuk leluhur secara turun-temurun. Merupakan identitas dan kekuatan kepribadian masyarakat dalam menghadapi pengaruh luar, namun semua tergantung pada kesetiaan pemiliknya untuk memanfaatkan energi positifnya,” kata Wahit A. Rais dalam Sidang Senat Terbuka tersebut.

“Dibentuk dari pengalaman empirik kehidupan pemiliknya, terkait dengan berbagaai peristiwa adat seperti kelahiran, perkawinan, kematian, kesehatan, pertanian, dan berbagai aktifitas lainnya.,” lanjut beliau dihadapan limaratusan lebih tamu undangan yang hadir memenuhi Auditorium UNS.

Ditempat terpisah,selaku Ketua Prodi Sastra Daerah, Supana mengungkapkan harapannya semoga pemikiran-pemikiran positif yang dimiliki beliau bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di UNS, khususnya Fakultas Ilmu Budaya dan ke depan akan disusul oleh dosen-dosen lainnya. Sebab banyak yang masih muda dan potensial.

%d blogger menyukai ini: