• Agus Dwi P. Menyampaikan Stategi WCU
  • Perserta Lokakarya Pencapaian WCU

Universitas Sebelas Maret (UNS) tampaknya tidak main-main dengan targetnya menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN-BH) akhir tahun 2016 dan menjadi perguruan tinggi bereputasi internasional pada akhir tahun 2019. Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS mencuri start dari sembilan fakultas lainnya, dengan memantapkan agenda kegiatan mereka dengan orientasi reputasi internasional.

Dekan FIB, Riyadi Santosa mengumpulkan seluruh jajaran pimpinan di fakultasnya khusus untuk membahas langkah-langkah strategis agar FIB benar-benar bereputasi internasioinal. Kegiatan ini digelar di Pondok Asri selama dua hari, Senin – Selasa (18-19/1).

“Kami prioritaskan pada peningkatan kuantitas dan kualitas publikasi internasional dan peningkatan kualitas lulusan,” papar Riyadi. Pihaknya akan mengundang beberapa pakar internasional untuk memberi kuliah bagi mahasiswa, baik program sarjana maupun program ahli madya. “Supaya rasa percaya diri mereka tinggi. Dengan rasa percaya diri yang tinggi, mereka akan memenangkan kompetisi,” tambahnya.

Fakultas Ilmu Budaya juga akan melakukan pertukaran mahasiswa maupun pertukaran dosen. “Sudah ada beberapa perguruan tinggi di Mesir, di Malaysia, dan di Australia yang berminat melakukan scholar exchange maupun student exchange dengan FIB,” tutur Prof. Warto, Wakil Dekan bidang Akademik FIB. Memang, saat ini ada empat mahasiswa Program Studi Sastra Arab FIB UNS yang sedang mengikuti program ini di Canal Suez University.

“Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa kami sebetulnya memiliki banyak potensi dalam hal publikasi ilmiah, apalagi dengan kekayaan budaya lokal yang luar biasa. Karena itu, kami optimis dengan program-program yang sudah direncanakan pimpinan Fakultas,” kata Agus D. Priyanto, anggota Tim Perencanaan dan Pengembangan FIB UNS.

Dalam pengarahannya, Riyadi menginginkan semua unsur merapatkan barisan di semua lini dalam rangka percepatan peraihan reputasi internasional. Ia langsung menugaskan beberapa orang sebagai penanggung-jawab setiap kegiatan. “Saya yang akan koordinasikan semuanya. Saya yang akan secara reguler periksa kemajuan setiap kegiatan,” tandas Riyadi di depan 35 orang jajarannya.

%d blogger menyukai ini: