• International Festival on Karawitan Gadhon
  • Grup Gadhon FIB Laras Pandawa

Bertempat di Teater Taman Budaya Jawa Tengah Jumat-Sabtu (12-13/8), telah berlangsung International Festival on Karawitan Gadhon 2016. Kegiatan yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Budaya untuk menyambut LUSTRUM UNS ke-8 ini, dimeriahkan oleh peserta  dalam dan luar negeri. Adapun tema yang diusung adalah  “Melalui Budaya Seni Tradisi untuk menembus Globalisasi”.

Endang Tri Mastuti selaku ketua panitia melaporkan, “Secara harfiah, Gadhon dapat diartikan sebagai seperangkat gamelan jawa yang terdiri dari berbagai bagian instrumen baku/dianggap baku yang digunakan sebagai sajian sesuai dengan kemampuan penyaji”.

Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa peserta sangat antusias. “Bahkan menurut salah satu peserta yang datang dari luar negeri, mengunjungi Solo sama artinya seperti mengunjungi tempat lahirnya seni karawitan”, kata Endang, yang juga staf pengajar sastra Daerah FIB UNS.

Festival gadhon secara resmi dibuka oleh rektor UNS, Ravik Karsidi. “Dengan terselenggaranya festifal gadhon ini sebagai bukti UNS peduli dengan pengembangan budaya lokal, semoga bisa diteruskan dari tahun ke tahun dan menjadi agenda rutin”

“Dan saya bermimpi suatu saat UNS bisa memberikan award (penghargaan) bagi perguruan-perguruan tinggi lainnya, yang berhasil memberikan kontribusi positif bagi pengembangan seni dan budaya”, kata Ravik dalam akhir sambutannya.

Terpilih lima grup sebagai penyaji terbaik, yakni penyaji gadhon terbaik : grup gadhon Sido Mukti, penyaji kendhang terbaik : grup ghadhon Laras Kumenyar, penyaji gender terbaik : grup gadhon Laras Pandhawa, penyaji rebab terbaik : grup gadhon Gajah Nada, penyaji vokal terbaik; grup gadhon Solo Kolektif : Wales.

%d blogger menyukai ini: