Fakultas Ilmu Budaya UNS wajib turut serta dalam pelestarian dan pengembangan budaya lokal agar dapat meluas ke dunia internasional. Demikian dikatakan Dekan FIB UNS, Riyadi Santosa seusai menandatangani perjanjian kerja sama dengan kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Sukronedi (Rabu 16/3).

“Sangiran memiliki nilai budaya yang amat tinggi, yang perlu kita gali terus supaya diketahui oleh masyarakat luas, termasuk di dunia internasional,” tambah Riyadi.

Kerja sama yang disepakati antara lain meliputi riset kolaboratif, konferensi dan seminar, pemanfaatan situs Sangiran dalam proses belajar-mengajar, pemberdayaan masyarakat di sekitar Sangiran, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran. Selain itu, juga akan diupayakan promosi terpadu sehingga situs Sangiran dapat menjadi objek wisata edukatif.

Sementara itu dalam sambutannya, Sukronedi menjelaskan, “Selama ini sudah banyak pihak yang melakukan kerjasama dengan lembaga kami, baik dari UNS maupun universitas-universitas lainnya. Sangiran merupakan laboratorium alam. Banyak sekali potensi dan informasi yang dapat menunjang kepentingan penelitian, sains, sejarah, maupun arkeologi.”

Riyadi berharap peneliti di FIB segera menindaklanjuti perjanjian ini dengan langkah-langkah konkrit. “Kalau mau riset bersama, ya segera. Supaya menghasilkan publikasi internasional tentang budaya lokal,” kata Riyadi.

%d blogger menyukai ini: