Nilai-nilai humanisme sebetulnya berpotensi untuk menangkal segala bentuk terorisme. Potensi inilah yang kemudian mendorong Fakultas Ilmu Budaya (FIB) untuk menggelar konferensi internasional “Actualizing the Values of Humanism to Avoid Global Terrorism” tanggal 26-27 Oktober yang akan datang.

“Konferensi ini adalah bentuk usaha kami untuk mengurangi dan menangkal bentuk-bentuk terorisme,” kata Arifudin, panitia konferensi yang juga dosen Program Studi Sastra Arab FIB UNS

“Selain menghadirkan pembicara kunci dari Indonesia, konferensi ini juga menghadirkan pakar-pakar  dari Australia, Mesir, dan Malaysia,” tutur Arifudin sambil menambahkan bahwa konferensi ini juga bekerja sama dengan Ain Sham University di Ismailia, Mesir.

Menurut Arifudin, Indonesia dan Mesir memiliki persoalan yang sama terkait terorisme. Selain itu, Islam yang ada di Indonesia adalah Islam yang berbeda dengan Islam di Timur Tengah. Islam di Indonesia adalah Islam yang moderat, damai, toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian.

“Kita tidak menyangkut-pautkan ini dengan Islam, tetapi kita ingin menonjolkan nilai-nilai kemanusiaannya. Kita ingin menampilkan wajah Islam Indonesia yang ramah dan anti kekerasan,” tambah Arifudin.

%d blogger menyukai ini: